UL Hapus Oppo Find X dan F7 dari Daftar Benchmark

Ellavie Ichlasa Amalia 19 Oktober 2018 12:03 WIB
oppo
UL Hapus Oppo Find X dan F7 dari Daftar Benchmark
Oppo curangi benchmark pada Find X.
Jakarta: Dua ponsel Oppo dihilangkan dari daftar hasil benchmark buatan UL Benchmark. Kedua ponsel Oppo itu adalah Find X dan Oppo F7. 

"Oppo Find X berada di posisi nomor empat dalam daftar Smartphone Terbaik untuk performa 3DMark Sling Shot Extreme," tulis Director of Engineering UL Benchmark Jani Joki kepada Medcom.id.

"Sekarang, Find X akan tampil tanpa ranking dan skor, pada bagian paling bawah dari daftar kami. Nilai 3DMark dari ponsel yang telah dihapus dari daftar seharusnya tidak digunakan untuk membandingkan tersebut dengan ponsel lain."


Kecurangan ini pertama kali ditemukan oleh Tech2. Setelah melakukan pengujian ekstensif, mereka menemukan bahwa Oppo Find X menghasilkan skor sangat tinggi.

Di bawah adalah tabel perbandingan antara nilai benchmark Oppo Find X dan Oppo F7 pada Sling Shot Extreme. 



Warna hitam menggambarkan performa Oppo Find X dan Oppo F7 ketika menggunakan aplikasi benchmark publik yang bisa diakses oleh semua orang. Sementara warna oranye menggambarkan pengujian dengan aplikasi yang didapatkan langsung dari UL Benchmark. Seperti yang Anda lihat, nilai benchmark pada aplikasi publik lebih tinggi.

UL menyebutkan, mereka memiliki peraturan yang jelas tentang bagaimana sebuah smartphone menggunakan software benchmark

"Tujuan dari peraturan ini adalah untuk memastikan pengguna mendapatkan hasil benchmark yang bisa merefleksikan performa yang sebenarnya dari ponsel ketika bermain game atau menggunakan aplikasi," kata Jani.

Mereka lalu melakukan pengujian pada Oppo Find X dan F7, dan akhirnya memutuskan untuk menghapus nilai keduanya dari daftar mereka. 

Mengapa benchmark penting?
Dalam setiap ulasan yang Medcom.id buat, kami selalu menyertakan hasil benchmark. Pada saat yang sama, kami selalu mengatakan bahwa hasil benchmark tidak bisa menggambarkan performa sebuah ponsel atau laptop sepenuhnya.

Namun, benchmark yang baik bisa digunakan untuk membandingkan performa satu perangkat dengan perangkat lain. 

Misalnya, Anda tertarik untuk membeli smartphone premium. Anda mempertimbangkan membeli Samsung Galaxy Note 9 dan Huawei P20 Pro. Keduanya memiliki spesifikasi premium. Lalu bagaimana Anda memilih salah satu dari keduanya? 

Dari hasil pengujian baterai PCMark, Galaxy Note 9 dapat bertahan selama 10 jam 37 menit sementara Huawei P20 Pro dapat bertahan 9 jam 53 menit. Dengan begitu, Anda bisa memperkirakan bahwa Galaxy Note 9 akan bisa bertahan lebih lama dari Huawei P20 Pro dengan cara penggunaan yang sama. 



Biasanya, konsumen biasa tidak akan peduli dengan hasil benchmark, baik untuk pengujian performa atau pengujian baterai. Namun, para reviewer dan media teknologi peduli akan hal ini. Karena ini akan membantu mereka membandingkan performa dan ketahanan baterai satu ponsel dengan ponsel lain, meski keduanya memiliki spesifikasi yang hampir sama. 

Fakta bahwa konsumen tidak terlalu paham arti benchmark bisa dimanfaatkan vendor untuk menjual ponselnya. Ketika mereka mengatakan bahwa ponsel mereka memiliki nilai benchmark yang lebih tinggi, konsumen tentunya berpikir bahwa ponsel itu memberikan performa yang lebih baik.

Anda tidak salah. Sebagai konsumen, bukan tugas Anda untuk mengerti benchmark

Beberapa waktu lalu, medcom.id menguji Galaxy Note 9 dan Oppo F7 menggunakan PCMark. Galaxy Note 9 adalah smartphone premium, sementara Oppo F7 adalah smartphone kelas menengah.

Meskipun benchmark tidak sepenuhnya menggambarkan performa sebuah ponsel, smartphone premium biasanya akan mendapatkan nilai yang lebih tinggi dari smartphone kelas menengah atau kelas pemula. 


Hasil benchmark dengan PCMark pada Galaxy Note 9 (kiri) dan Oppo F7 (kanan)

Namun, skor PCMark Oppo F7 lebih tinggi dari Galaxy Note 9. Medcom.id sempat menanyakan hal ini kepada perwakilan Oppo Indonesia. Mereka menyebutkan bahwa nilai ini "tidak janggal." 

Sebelum ini, Oppo mencurangi benchmark Antutu pada Oppo F7. Ketika itu, mereka telah memberikan jawaban. Pada awal bulan ini, Oppo kembali tertangkap mencurangi aplikasi benchmark pada Oppo Find X

Jawaban Oppo
"Ketika mendeteksi pengguna sedang menjalankan aplikasi seperti game atau 3D Benchmark yang membutuhkan kinerja tinggi, smartphone OPPO akan membebaskan SoC untuk bekerja dengan kecepatan tertinggi agar menghasilkan pengalaman terbaik," kata Oppo kepada UL. 

Oppo juga memberikan penjelasan bahwa perangkat buatan mereka akan menyesuaikan performa dan penggunaan baterai pada aplikasi yang tidak dikenal. 

"Untuk aplikasi yang tidak dikenal, sistem akan mengadopsi mode pengoptimalan daya standar. Dalam hal ini, setelah pengguna tidak menggunakan perangkatnya secara aktif selama 5 hingga 10 detik, perangkat akan membatasi kinerja sistem hingga 70 persen sampai 80 persen dari kinerja maksimal tanpa mempengaruhi pengalaman pengguna."

UL menjelaskan, ini berarti, Anda akan bisa meningkatkan performa dengan terus mengetuk layar. Namun, peningkatan performa tidak terjadi ketika aplikasi 3DMark dijalankan. UL juga menyebutkan bahwa itu bukanlah cara yang akurat untuk melakukan benchmark

Untungnya, Oppo bersedia untuk berubah demi pelanggannya. "Pada saat yang sama, kami akan berusaha untuk memperbaiki sistem kami dan berusaha untuk membedakan persyaratan penggunaan aplikasi yang terdeteksi dan kebutuhan pengguna kami," katanya. 



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.