Pertumbuhan ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk siklus penggantian Windows 10 yang masih berlangsung, peluncuran produk baru dari OEM Windows dan Apple, serta strategi vendor dan channel partner yang menarik pesanan lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan biaya komponen.
Namun, tantangan besar sudah menunggu di kuartal berikutnya. Harga memori dan storage diperkirakan melonjak tajam, dengan kenaikan hingga lima kali lipat untuk memori dan tiga kali lipat untuk storage sejak awal 2025.
Biaya CPU juga diproyeksikan naik antara 10–25%. Kondisi ini diperparah oleh pembangunan data center AI yang menyerap pasokan komponen, sehingga memperketat ketersediaan untuk pasar konsumen.
Dari sisi vendor, Lenovo tetap memimpin dengan pertumbuhan 8,7% dan pangsa pasar lebih dari 25%. Dell juga mencatat kenaikan 7,8%, sementara Apple tumbuh 5,4% berkat lini MacBook Air dan MacBook Neo. Sebaliknya, HP mengalami penurunan 4,9% akibat melemahnya pasar di Eropa dan Amerika Serikat.
Kuartal pertama 2026 diperkirakan menjadi puncak pertumbuhan tahun ini. Tekanan biaya komponen yang semakin berat akan menjadi ujian bagi industri PC global dalam mempertahankan momentum positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News