Ilustrasi: NVIDIA
Ilustrasi: NVIDIA

NVIDIA Gandeng Perusahaan Energi AS Bangun Pabrik AI Fleksibel

Mohamad Mamduh • 31 Maret 2026 06:43
Ringkasnya gini..
  • Teknologi inti yang digunakan adalah Vera Rubin DSX AI Factory reference design dan DSX Flex software library dari NVIDIA.
  • Manfaat yang diharapkan dari inisiatif ini cukup besar.
  • Rencananya, DSX Flex akan mulai diterapkan secara luas pada 2026 di NVIDIA AI Factory Research Center.
Jakarta: NVIDIA bersama Emerald AI resmi mengumumkan kolaborasi dengan sejumlah perusahaan energi besar Amerika Serikat, termasuk AES, Constellation, Invenergy, NextEra Energy, Nscale Energy & Power, serta Vistra.
 
Tujuan utama kerja sama ini adalah mengembangkan AI factories fleksibel yang selain berfungsi sebagai pusat komputasi, juga sebagai aset jaringan listrik (grid assets) yang mampu mendukung keandalan sistem energi nasional.
 
Konsep AI factory yang diperkenalkan NVIDIA berfokus pada transformasi listrik menjadi “token AI, model, dan kecerdasan” yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi kecerdasan buatan.

Berbeda dengan pusat data tradisional, fasilitas ini dirancang agar mampu menyesuaikan konsumsi energi secara dinamis sesuai kebutuhan jaringan listrik. Dengan demikian, AI factory tidak lagi sekadar menjadi beban tambahan, melainkan berperan aktif menjaga stabilitas pasokan energi.
 
Teknologi inti yang digunakan adalah Vera Rubin DSX AI Factory reference design dan DSX Flex software library dari NVIDIA. Keduanya memungkinkan proses interkoneksi dengan jaringan listrik berlangsung lebih cepat dan efisien.
 
Sementara itu, Emerald AI menghadirkan platform Conductor yang mengatur fleksibilitas komputasi sekaligus mengintegrasikan sumber energi di lokasi, seperti pembangkit, baterai, dan sistem penyimpanan.
 
Manfaat yang diharapkan dari inisiatif ini cukup besar. AI factories fleksibel berpotensi membuka kapasitas hingga 100 gigawatt di sistem tenaga AS. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan pembangunan infrastruktur berlebih, mempercepat waktu penyambungan proyek AI, serta menekan biaya jangka panjang.
 
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menekankan bahwa AI factory harus dipandang sebagai satu kesatuan sistem yang menggabungkan energi, komputasi, jaringan, dan pendinginan. Sementara Varun Sivaram, CEO Emerald AI, menambahkan bahwa pusat AI tidak boleh menjadi beban terisolasi. Ia harus berkontribusi pada stabilitas grid.
 
Para pimpinan perusahaan energi yang terlibat juga menyoroti pentingnya fleksibilitas jaringan, integrasi energi bersih, dan percepatan waktu ke operasional sebagai faktor kunci menghadapi lonjakan permintaan AI.
 
Proyek ini telah diuji coba di lima pusat data komersial di berbagai belahan dunia. Rencananya, DSX Flex akan mulai diterapkan secara luas pada 2026 di NVIDIA AI Factory Research Center yang berlokasi di Virginia, Amerika Serikat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA