Google baru saja menambahkan beberapa benda langit baru ke layanan pemetaannya, mulai dari planet hingga satelit alami. Sebelum ini, Google Maps hanya menyertakan Bumi, Bulan, Mars dan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Sekarang, kita juga bisa melihat Venus, Markurius, Pluto dan satelit Ceres, Io, Europa, Ganymede, Mimas, Enceladus, Dione, Rhea, Titan dan Iapetus. Semua ini bisa Google lakukan berkat data dari NASA.
Seperti yang disebutkan oleh Science Alert, tentu saja, peta dari benda-benda luar angkasa ini tidak akan sedetail data untuk Bumi -- Anda tidak akan bisa melihat peta layaknnya street view -- tapi Anda sudah bisa memutar planet/satelit yang Anda pilih dan melakukan zoom in atau zoom out.
"Jelajahi permukaan es dari Enceladus, tempat Cassini menemukan air di bawah kerak Bulan, yang merupakan tanda kehidupan," tulis Google Street View Product Manager, Stafford Marquadt dalam sebuah blog.
"Intip danau metana di balik awannya yang tebal di Titan. Perhatikan kawah raksasa di Mimas, yang mungkin terlihat seperti sebuah stasiun luar angkasa, tapi sebenarnya adalah satelit alami."
Data dari objek luar angkasa ini dikumpulkan dari beberapa misi yang dilakukan oleh berbagai badan luar angkasa seperti NASA dan ESA, termasuk misi Cassini, yang mengumpulkan banyak informasi dan foto dari Saturnus dan satelit-satelitnya.
Data Pluto diambil dari New Horizons sementara Merkurius sempat diperhatikan secara detail oleh Messenger antara tahun 2011 sampai 2015. Sementara Google berterima kasih pada perusahaan pemetaan Orion Map dan AfriGIS untuk data Venus. Sebagian data ini dikumpulkan dan dibuat menjadi peta oleh kreator astronomis Björn Jónsson.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News