Canon hadirkan dua kamera sinema baru di Indonesia
Canon hadirkan dua kamera sinema baru di Indonesia

Canon Rilis Dua Kamera Sinema di Indonesia

Riandanu Madi Utomo • 27 Oktober 2017 08:45
medcom.id, Jakarta: Canon merilis dua kamera sinema kelas profesional di Indonesia, yaitu EOS C200 dan EOS C700.
 
EOS C200 merupakan kamera sinema yang memungkinkan penggunanya untuk merekam video dengan resolusi 4K dalam format MP4 dan format Cinema RAW Light. Sedangkan EOS C700 hadir sebagai kamera Cinema EOS System pertama yang mendukung lensa-lensa anamorphic untuk kebutuhan sinematografis, serta sudah dilengkapi dengan fitur Global Shutter.
 
"Kehadiran EOS C200 dan EOS C700 menjadi solusi bagi para profesional di industri penyiaran, perfilman, rumah produksi, hingga event organizer di tanah air untuk mendapatkan kualitas video yang luar biasa dengan resolusi 4K," ujar Canon Division Director Datascrip, Merry Harun.

EOS C200 hadir dengan prosesor gambar terbaru Dual DIGIC DV 6 yang dikembangkan untuk memungkinkan perekaman video dalam format Cinema RAW Light sehingga file yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan Cinema RAW pada umumnya tanpa mengurangi informasi dari rekaman yang diambil.
 
Ukuran file yang dihasilkan Cinema RAW Light hingga sepertiga maupun seperlima dari ukuran biasa dan file pun dapat disimpan ke dalam memori CFast.
 
Canon Rilis Dua Kamera Sinema di Indonesia
 
Canon EOS C200 sudah dilengkapi dengan monitor LCD layar sentuh LM-V1. Dengan demikian, pengaturan fokus bisa dilakukan dengan menyentuh subyek pada layar LCD. Sistem auto focus kamera ini juga telah menggunakan teknologi Dual Pixel CMOS AF yang diklaim cepat dan akurat.
 
Canon EOS C200 memiliki kemampuan rentang dinamis lebar yang setara dengan 15-stop untuk perekaman video 4K HDR dalam format Cinewa RAW Light dan 13-stop dalam format MP4 yang menggunakan Log Gamma Canon, yaitu Canon Log 3 dan Canon Log. Melalui tampilan 4K profesional Canon, pengguna bisa mendapatkan video HDR yang sesuai dengan standar ITU-R BT 2100 (PQ) saat shooting.
 
Sementara Canon EOS C700 merupakan kamera pertama dari seri Cinema EOS System yang mendukung lensa anamorphic. Lensa tersebut memungkinkan perekaman dengan kompresi dan menampilkan efek blur yang unik, sehingga bisa dihasilkan gambar dengan aspek rasio 2,39: 1 yang menjadi ciri khas produksi sinema.
 
EOS C700 memiliki desain teratas di antara seri kamera digital Cinema EOS System. Dirancang dengan bodi modular yang bisa diubah-ubah, kamera ini memberikan keleluasaan untuk penyesuaian gambar di lokasi yang menjadi kebutuhan profesional, seperti untuk perfilman, drama televisi, periklanan dan dokumenter.
 
Canon Rilis Dua Kamera Sinema di Indonesia
 
EOS C700 memiliki rolling shutter dan mounting lensa EF yang cocok untuk beragam lensa EF lepas tukar Canon. Di sisi lain, EOS C700 memiliki global shutter yang mengekspos seluruh sensor piksel secara simultan untuk pengambilan gambar yang bebas distorsi, serta dilengkapi mount lensa PL untuk digunakan dengan lensa PL standar dalam industri.
 
Konversi antara mount EF dan mount PL, serta di antara sensor CMOS rolling shutter dan sensor CMOS global shutter ini untuk menyesuaikan kebutuhan produksi yang berbeda-beda.
 
Dilengkapi dengan Log Gammas dari Canon, Canon Log 3, Canon Log 2 dan Canon Log, EOS C700 dapat merekam maksimum 15-stop rentang dinamis lebar yang dibutuhkan untuk menghasilkan video HDR.
 
Digunakan dengan layar Canon profesional seperti DP- V2420, DP-V2410 atau DP-V1710, pengguna Canon EOS C700 dapat menikmati tampilan video HDR berstandar SMPTE ST 2084 saat shooting.
 
Untuk harganya, EOS C200 dibanderol seharga dengan harga Rp130.700.000. Sementara EOS C700 hadir dengan harga mulai dari Rp486.400.000.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA