START Summit Extension pada Mei lalu membahas cara memperbaharui Tokopedia di aplikasi dan web. (Foto: Dok. Tokopedia)
START Summit Extension pada Mei lalu membahas cara memperbaharui Tokopedia di aplikasi dan web. (Foto: Dok. Tokopedia)

Tokopedia Beberkan Cara Melakukan Pembaharuan di Aplikasi dan Web

Gervin Nathaniel Purba • 09 Juni 2021 20:14
Jakarta: Setiap platform perlu melakukan update (proses pembaharuan) diri ketika ingin meningkatkan performanya. Usai melalukan pembaharuan, akan ada beragam fitur baru yang biasanya akan memudahkan para pengguna. 
 
Tokopedia, juga menjadi salah satu platform yang kerap melakukan proses pembaharuan diri dalam mengembangkan beragam fitur untuk menigkatkan pelayanan. 
 
Pada START Summit Extension pada Mei lalu, Tokopedia bercerita bagaimana pihaknya melakukan proses pembaharuan, baik di aplikasi, maupun di web. 

Proses Pembaharuan di Web

Test Engineer Lead untuk Tokopedia iOS Elly Susilowati dan Test Engineer Lead untuk Website Tokopedia Fanny Budiman menjelaskan, proses pembaharuan Tokopedia pada aplikasi dan website berbeda. Pada website, proses pembaharuan terdiri atas tiga tahap, yakni Staging, Beta, dan Production. 

Staging adalah tahap pengecekan yang dilakukan oleh Test Engineer. Pada tahap ini, para Test Engineer memastikan semua perubahan yang dilakukan oleh para engineer telah teraplikasikan dengan baik pada website
 
Apabila pengecekan selesai, maka semua pembaharuan tersebut akan disatukan dan kembali dilakukan tes ulang pada tahap Beta. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini pengecekan dilakukan oleh semua stakeholder dan lebih menyeluruh. 
 
Salah satu yang diperiksa adalah User Interface (UI). Mengingat pada tahapan ini, pembaharuan sudah dapat digunakan dan dicoba secara internal dengan tampilan yang akan diterima user nantinya. Bugs yang masih ditemukan juga akan diperbaiki sebelum masuk ke tahap selanjutnya.
 
Terakhir adalah proses Production, yakni pengunggahan pembaharuan kepada pengguna. Pada tahap ini, pembaharuan yang dilakukan sudah dapat dinikmati oleh para pengguna. 
 
“Semua hal harus runtut mengikuti proses rilis, agar apa yang dinikmati oleh user adalah yang paling baik,” ujar Fanny, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 9 Juni 2021.

Proses Pembaharuan di Aplikasi 

Berbeda dengan website, proses pembaharuan aplikasi Tokopedia terbagi ke dalam lima tahap, yakni Development Week, Release Train Closed, Bug Bash, Hotfix, Regression, dan Submission. 
 
“Seluruh proses ini dilakukan dalam waktu satu minggu. Mengikuti pembaharuan yang dilakukan setiap satu minggu sekali,” kata Elly.
 
Pada Development Week, para engineer melakukan testing, perbaikan bugs, dan menyiapkan pembaharuan selanjutnya. Apabila daftar pembaharuan telah siap, maka akan masuk ke tahap selanjutnya, yakni Release Train Closed. 
 
Pada tahap ini, para stakeholder akan berdiskusi bersama-sama, menilai apa saja fitur yang bisa dinaikkan pada minggu tersebut dengan menilai kesiapan dari fitur. 
 
Apabila daftar pembaharuan telah terpilih, maka pembaharuan tersebut akan masuk ke fase Bug Bash dan diperiksa ulang oleh semua stakeholder, baik Test Engineer maupun Product Owner untuk kembali menilai kesiapan dan kelayakan fitur.
 
Salah satu hal yang diperiksa adalah, apakah pembaharuan tersebut mendukung semua resolusi, baik untuk tampilan iPad, iPhone, dan lain sebagainya.
 
Semua bugs serta masalah yang ditemukan pada fase Bug Bash kemudian akan diperbaiki pada fase Hotfix. Selama satu hari, para engineer akan berusaha untuk menyelesaikan kendala yang baru ditemukan pada fase Bug Bash. 
 
Setelah proses perbaikan selesai pada keesokan harinya, maka proses pembaharuan akan masuk pada tahap Regression, yakni pengecekan kembali semua kesiapan fitur secara keseluruhan, baik yang mengalami perubahan karena ada pembaharuan maupun yang tidak. 
 
Tujuannya adalah untuk memastikan User Experience (UX) dari semua perubahan tersebut. Apabila semua berada dalam kondisi yang prima, maka pembaharuan tersebut akan diluncurkan untuk pengguna.
 
Proses pembaharuan pada website dan aplikasi Tokopedia tidak berhenti ketika pembaharuan tersebut diterima dan digunakan oleh pengguna. Para engineer akan tetap melakukan monitoring dan alerting pada pembaharuan yang sudah dilakukan, sehingga apabila ada masalah tak terduga, semua tim dapat langsung diinformasikan dan cepat mengambil tindakan.
 
Menurut Elly dan Fanny, proses monitoring pasca pembaharuan ini sangat penting karena selain memberikan pelajaran bagi kesiapan fitur kedepannya, fase ini juga menentukan apakah pembaharuan tersebut adalah pembaharuan yang benar-benar tepat dan dapat membantu lebih dari 100 juta pengguna aktif Tokopedia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA