Dari teknik foto malam hingga trik menjaga video tetap stabil saat bergerak, semuanya memanfaatkan fitur bawaan smartphone flagship terbaru Samsung tersebut. Menurut Andy, salah satu fitur paling menarik untuk kebutuhan travel adalah Nightography.
Andy menjelaskan bahwa teknologi ini bukan aplikasi tambahan, melainkan sistem bawaan kamera Samsung yang memanfaatkan bukaan lensa lebih besar untuk menangkap cahaya lebih banyak saat malam hari.
“Karena bukaan lensanya lebih lebar, cahaya yang masuk lebih banyak. Jadi ISO bisa lebih rendah dan noise di foto malam jadi lebih minim,” jelas Andy.
Berikut beberapa tips yang dibagikan Andy Garcia untuk membuat konten travel lebih menarik menggunakan Galaxy S26 Ultra.
Manfaatkan Nightography untuk Foto Malam Lebih Bersih
Andy menyebut Nightography sangat membantu saat memotret di kondisi minim cahaya. Dengan aperture besar, kamera bisa menghasilkan foto malam lebih terang tanpa perlu menaikkan ISO terlalu tinggi.Keuntungan utamanya adalah detail gambar tetap terjaga dan noise atau bintik-bintik pada foto menjadi lebih sedikit. Hal ini penting untuk kebutuhan foto jalanan malam, city light, hingga suasana wisata malam hari.
Cari Kontras Cahaya dan Bayangan
Menurut Andy, suasana malam justru bisa dimanfaatkan untuk membuat foto lebih dramatis. Andy menyarankan mencari area dengan pencahayaan kontras antara lampu terang dan area gelap. Teknik ini membantu menciptakan siluet atau efek shadow menjadikan foto terlihat lebih artistik dan estetik, terutama untuk kebutuhan Instagram atau TikTok.“Kalau malam biasanya banyak lampu dan high contrast. Jadi manfaatin shadow atau bayangan biar hasilnya lebih menarik,” ujarnya.
Gunakan Multiple Exposure untuk Efek Kreatif
Samsung Galaxy S26 Ultra juga memiliki fitur dual exposure atau multiple exposure melalui Expert RAW. Fitur ini memungkinkan pengguna menggabungkan dua atau tiga frame sekaligus dalam satu foto.Andy mengatakan teknik ini cocok untuk membuat efek light trails atau foto dengan nuansa artistik ala Gen Z. Misalnya satu frame fokus pada subjek, sementara frame lain menangkap gerakan cahaya kendaraan atau lampu di sekitar.
Pakai Horizontal Lock Saat Rekam Video Bergerak
Untuk kebutuhan video travel, Andy merekomendasikan fitur Horizontal Lock. Fitur ini membantu menjaga horizon tetap stabil saat merekam sambil berjalan atau bergerak cepat. Andy mencontohkan penggunaan fitur tersebut saat naik alpine coaster atau membuat video walkthrough di hotel dan tempat wisata.“Kalau sambil jalan atau aktivitas bergerak, horizontal lock bikin footage tetap level jadi penonton nggak pusing,” kata Andy.
Gunakan Kamera Wide Agar Video Terlihat Lebih Megah
Andy juga menyarankan memakai kamera wide saat merekam area luas seperti hotel, pegunungan, atau destinasi wisata. Sudut pandang lebih lebar membuat video terasa lebih sinematik dan memberi kesan megah pada lokasi yang direkam.Teknik ini juga cocok dipadukan dengan gerakan berjalan perlahan untuk menghasilkan video ala cinematic travel vlog.
Pilih Resolusi Kamera Sesuai Kebutuhan
Kendati Samsung Galaxy S26 Ultra memiliki kamera 200MP, Andy menilai pengguna tidak selalu harus memakai resolusi tertinggi. Menurutnya, mode 200 MP lebih cocok dipakai ketika pengguna ingin melakukan crop foto dalam jumlah besar tanpa kehilangan detail.Sementara untuk penggunaan sehari-hari, mode kamera beresolusi 12MP atau 24MP dinilai Andy sudah cukup tajam dan lebih praktis.
“Kalau mau crop banyak bisa pakai 200MP. Tapi biasanya aku lebih sering pakai 12 atau 24MP karena udah tajam juga,” ungkapnya.
Jangan Lupakan Teknik Dasar
Selain fitur kamera, Andy menekankan pentingnya kestabilan tangan dan kondisi pencahayaan. Saat cahaya cukup terang, kamera otomatis menggunakan shutter speed lebih cepat sehingga hasil foto lebih minim blur.Ia bahkan sempat bercanda bahwa rutin nge-gym juga bisa membantu tangan lebih stabil saat memotret atau merekam video.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News