Mengutip Phone Arena, iPhone Fold diperkirakan akan dibanderol sekitar USD2.000 (Rp33,9 juta) hingga USD2.400 (Rp40,7 juta) di Amerika Serikat (AS), menjadikannya salah satu iPhone termahal yang pernah dirilis Apple.
Harga tersebut sejalan dengan posisi perangkat lipat yang umumnya berada di kategori flagship premium. Bocoran spesifikasi juga menyebutkan bahwa iPhone Fold akan dibekali RAM 12GB untuk mendukung performa multitasking pada layar lipat lebih besar.
Sementara untuk penyimpanan internal, Apple diperkirakan menyediakan beberapa opsi kapasitas, yaitu 256GB, 512GB dan 1TB. Konfigurasi ini menunjukkan bahwa Apple berpotensi tidak akan menyediakan varian 128GB pada perangkat lipatnya, mengingat perangkat tersebut diposisikan sebagai produk premium dengan harga tinggi.
Dari sisi desain, iPhone Fold diperkirakan menggunakan desain lipat seperti buku atau book-style dengan layar utama berukuran sekitar 7,8 inci ketika dibuka. Selain itu, perangkat juga dilengkapi layar eksternal sekitar 5,5 inci untuk penggunaan saat perangkat dalam kondisi terlipat.
Perangkat ini juga disebut akan menggunakan panel OLED yang diproduksi oleh Samsung Display. Apple sendiri disebut bertanggung jawab atas struktur panel serta metode pemrosesan material untuk menghasilkan layar lebih tipis dan efisien.
Berbagai laporan menyebut bahwa Apple menargetkan peluncuran iPhone Fold pada 2026, berpotensi bersamaan dengan generasi iPhone flagship berikutnya. Perangkat ini diperkirakan akan bersaing langsung dengan smartphone lipat premium seperti Samsung Galaxy Z Fold.
Jika rumor tersebut akurat, iPhone Fold akan menjadi langkah pertama Apple memasuki pasar smartphone lipat yang selama ini didominasi oleh produsen Android.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News