Uji coba cairan pendingin berbasis olahan minyak sawit. (Malaysian Palm Oil Board)
Uji coba cairan pendingin berbasis olahan minyak sawit. (Malaysian Palm Oil Board)

Ada Inovasi Pendingin Data Center Berbasis Sawit, Gantikan Kebutuhan Air

Cahyandaru Kuncorojati • 27 Oktober 2026 14:29
Ringkasnya gini..
  • Malaysia mengembangkan Sawit EcoTherm, cairan pendingin berbasis sawit untuk data center yang dirancang mengurangi kebutuhan air.
  • MPOB mengklaim teknologi pendinginan imersi ini berpotensi memangkas konsumsi energi sekitar 30–50 persen.
  • Sawit EcoTherm menggunakan hingga 95 persen bahan berbasis hayati, tetapi adopsi luas masih membutuhkan uji teknis dan proyek percontohan.
Jakarta: Malaysia mengembangkan teknologi pendingin server berbasis minyak sawit untuk menjawab dua tantangan utama pertumbuhan data center: kebutuhan listrik yang tinggi dan konsumsi air dalam jumlah besar.

Teknologi bernama Sawit EcoTherm ini dikembangkan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) dengan memanfaatkan cairan pendingin berbasis sawit yang dirancang untuk mendinginkan komponen server tanpa menggunakan air sebagai media pendingin langsung.

Dikutip dari laporan media Malaysia, Bernama, inovasi ini menyasar kebutuhan infrastruktur digital generasi baru, terutama data center yang menjalankan kecerdasan buatan (AI).

Beban komputasi AI menghasilkan panas lebih tinggi dibandingkan server konvensional, sehingga sistem pendinginan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi dan keandalan operasional.

Dr Noor Khairin Mohd, peneliti senior unit rekayasa proses dan desain di Advanced Oleochemical Technology Division MPOB, mengatakan Sawit EcoTherm menawarkan pendekatan berbeda dari sistem pendinginan yang selama ini mengandalkan udara atau air.
 
“Teknologi ini menggantikan sistem pendinginan konvensional berbasis udara dan air. Komponen server direndam sepenuhnya dalam cairan dielektrik yang tidak menghantarkan listrik, kemudian panas dibuang secara berkelanjutan melalui sistem sirkulasi tertutup,” ujar Noor Khairin kepada Bernama.
 

Sawit EcoTherm Bidik Masalah Konsumsi Air Data Center

Salah satu persoalan yang ingin diatasi teknologi ini adalah kebutuhan air untuk mendinginkan pusat data. Noor Khairin menyebut sistem pendinginan data center konvensional di Malaysia diproyeksikan mengonsumsi 876 juta liter air setiap hari, setara kebutuhan hampir empat juta orang.

Pada sistem yang menggunakan menara pendingin, sebagian air dapat hilang melalui penguapan selama proses pembuangan panas. Sawit EcoTherm dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada mekanisme tersebut dengan menggunakan cairan khusus yang menyerap panas langsung dari komponen server.

Pendekatan ini disebut immersion cooling atau pendinginan imersi. Alih-alih hanya mengalirkan udara di sekitar perangkat, sistem tersebut menempatkan komponen server di dalam cairan nonkonduktif yang membantu memindahkan panas.

Metode ini relevan bagi operator data center yang perlu meningkatkan kapasitas komputasi tanpa menambah tekanan terhadap pasokan air. Meski demikian, besarnya penghematan aktual akan bergantung pada penerapan dan kinerja sistem di fasilitas yang menggunakannya.
 

Konsumsi Energi Diklaim Bisa Turun hingga 50 Persen

Selain menghemat air, Sawit EcoTherm diklaim dapat menekan konsumsi energi sekitar 30–50 persen. Pendinginan langsung pada komponen server memungkinkan sistem menghilangkan kebutuhan kipas server, sehingga penggunaan listrik untuk proses pendinginan dapat dikurangi.

Penghematan listrik juga berpotensi menurunkan emisi karbon tidak langsung atau emisi Scope 2 yang berasal dari konsumsi energi. Bagi operator data center, efisiensi ini berkaitan dengan biaya operasional sekaligus target lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG.

MPOB menyebut cairan pendingin tersebut dibuat dari bahan turunan sawit yang dapat diperbarui, dengan kandungan berbasis hayati hingga 95 persen. Produk ini juga diklaim bebas PFAS, dapat terurai secara hayati, serta memiliki toksisitas ekologis rendah.
 
Karakteristik tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada cairan pendingin berbasis minyak bumi dan menekan risiko lingkungan jika terjadi kebocoran atau pembuangan.

Noor Khairin menjelaskan bahwa server AI menghasilkan panas tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan server konvensional. Karena itu, pendinginan imersi dinilai mampu menangani beban panas lebih tinggi sekaligus mendukung kepadatan komputasi yang lebih besar.
 

Adopsi Membutuhkan Uji Teknis dan Dukungan Industri

Walaupun menawarkan sejumlah manfaat, penggunaan Sawit EcoTherm secara luas masih membutuhkan validasi teknis dan pembuktian keandalan dalam operasional jangka panjang.

Pemerintah, MPOB, penyedia teknologi, pengembang data center, produsen server, serta integrator sistem pendinginan perlu bekerja sama untuk membangun ekosistem pendukungnya.

“Prioritasnya adalah membangun kepercayaan operator data center melalui proyek percontohan, validasi teknis, serta demonstrasi kinerja, keandalan, dan manfaat biaya jangka panjang teknologi ini,” kata Noor Khairin.

Jika hasil pengujian dan penerapan komersialnya memenuhi kebutuhan industri, Sawit EcoTherm berpotensi menjadi salah satu alternatif untuk mengelola panas dari infrastruktur AI.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA