Gelombang protes warga sejumlah kota di negara bagian Texas, Amerika Serikat atas pembangunan data center yang masif. (NBC)
Gelombang protes warga sejumlah kota di negara bagian Texas, Amerika Serikat atas pembangunan data center yang masif. (NBC)

Warga Dallas Protes Data Center Dekat Pemukiman, Konsumsi Air Jadi Dampak Teknologi AI

Cahyandaru Kuncorojati • 30 September 2026 10:12
Ringkasnya gini..
  • Warga Joppa, Dallas, menyoroti data center baru dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
  • Konsumsi air menjadi perhatian saat data center AI membutuhkan sistem pendinginan untuk server.
  • Texas memiliki sedikitnya 248 proyek data center yang direncanakan di tengah boom AI.
Jakarta: Perkembangan infrastruktur AI mulai memunculkan persoalan yang semakin dekat dengan kehidupan warga. Di kota Joppa, kawasan Southeast Dallas negara bagian Texas, Amerika Serikat, warga mempersoalkan keberadaan sebuah data center yang dibangun tidak jauh dari permukiman. 

Selain suara mesin yang disebut terdengar seperti pesawat jet, konsumsi air dan potensi kenaikan biaya listrik ikut menjadi kekhawatiran masyarakat.

Dikutip dari laporan media lokal KERA News pada 18 September 2026 menyebut warga Joppa mengaku tidak mengetahui pembangunan fasilitas tersebut sebelumnya. 

Fasilitas yang disebut dalam laporan sebagai Danik Data Center berada di kawasan yang telah memiliki zonasi untuk penggunaan utilitas. Karena penggunaannya diperbolehkan berdasarkan aturan zonasi yang berlaku, proyek tersebut tidak memerlukan perubahan zoning yang harus mendapat persetujuan City Plan Commission maupun City Council Dallas.

Bagi warga, persoalannya kemudian bukan hanya soal keberadaan bangunan baru. Data center membawa konsekuensi teknis yang berbeda dari fasilitas komersial biasa karena di dalamnya terdapat perangkat komputasi yang bekerja terus-menerus dan menghasilkan panas dalam jumlah besar.
 

Mengapa Data Center Membutuhkan Banyak Air?

Air menjadi bagian penting dari pembahasan karena server membutuhkan sistem pendinginan agar dapat beroperasi secara stabil. 

Dikutip dari media The Texas Tribune mencatat bahwa data center menggunakan air dalam jumlah signifikan untuk menjaga sistem tetap dingin. 

Sejumlah pengembang mulai mengusulkan sistem closed-loop yang memungkinkan air digunakan kembali, sementara fasilitas lain masih menggunakan evaporative cooling yang membutuhkan pengisian air secara lebih rutin.

Skalanya menjadi semakin penting karena Texas sedang mengalami lonjakan pembangunan data center yang didorong kebutuhan komputasi AI. Analisis Texas Tribune mengidentifikasi sedikitnya 248 proyek data center yang direncanakan di Texas, dengan kawasan Dallas-Fort Worth menjadi salah satu pasar utama.

Texas Tribune juga mengutip perkiraan bahwa data center dapat menyumbang 3 hingga 9 persen konsumsi air Texas pada 2040, naik dari kurang dari 1 persen saat ini. Angka tersebut berasal dari white paper University of Texas at Austin yang dikutip dalam laporan tersebut.

Namun, angka tersebut tidak berarti setiap data center otomatis mengonsumsi air dalam jumlah yang sama. Teknologi pendinginan, skala fasilitas, dan kondisi lokal menjadi faktor yang menentukan kebutuhan air sebuah fasilitas.
 

AI Membuat Skala Data Center Berubah

Perubahan tersebut berkaitan erat dengan perkembangan AI. Data center generasi baru tidak hanya menjalankan layanan internet konvensional, tetapi juga dirancang untuk menangani komputasi AI dan cloud dalam skala jauh lebih besar.

Menurut analisis The Texas Tribune, proyek-proyek data center baru rata-rata membutuhkan kapasitas listrik sekitar lima kali lebih besar dibandingkan data center yang sudah ada di Texas. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur AI bukan hanya mengenai jumlah server, tetapi juga kebutuhan energi dan sistem pendingin yang mengikuti peningkatan beban komputasi.

Di Joppa, kekhawatiran tersebut terasa lebih konkret. Sejumlah warga mengkhawatirkan kebisingan, penggunaan air, serta kemungkinan kenaikan tagihan listrik. 

Meski begitu, belum diketahui apakah fasilitas tersebut benar-benar berdampak terhadap pasokan air atau listrik lokal.

Perdebatan mengenai data center di Texas juga mulai masuk ke ranah regulasi. Pada 24 September 2026, Texas Attorney General atau kejaksaan agung setempat mengumumkan investigasi terhadap ratusan pengembangan data center yang belum memberikan informasi penggunaan air kepada Texas Water Development Board. Wilayah yang masuk dalam investigasi mencakup Dallas dan Tarrant County.

Artinya, persoalan yang muncul di Joppa tidak berdiri sendiri. Pertumbuhan infrastruktur AI sedang memaksa pemerintah dan masyarakat mempertanyakan bagaimana kebutuhan komputasi skala besar diterjemahkan menjadi kebutuhan nyata atas air, listrik, lahan, dan infrastruktur lokal. 

Bagi industri teknologi, tantangannya bukan lagi sekadar membangun data center dengan kapasitas komputasi lebih besar, tetapi bagaimana menjaga agar pertumbuhan tersebut tetap dapat diterima oleh komunitas tempat fasilitas itu beroperasi.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA