Ilustrasi. (WCCF Tech)
Ilustrasi. (WCCF Tech)

Harga Memori dan NAND Diprediksi Naik Lagi di Paruh Kedua 2026

Cahyandaru Kuncorojati • 11 Februari 2026 14:06
Ringkasnya gini..
  • Harga memori DRAM dan NAND naik lebih dari 90% pada Q1 2026.
  • Kenaikan tambahan 15–20% diperkirakan terjadi pada Q2 2026.
  • Permintaan AI dan kelangkaan pasokan menjadi penyebab utama lonjakan harga komponen.
Jakarta: Harga komponen memori DRAM dan penyimpanan NAND diperkirakan masih akan mengalami kenaikan sepanjang 2026, seiring berlanjutnya tekanan pasokan dan meningkatnya permintaan dari sektor PC, server, serta kecerdasan buatan (AI).
 
Laporan terbaru dari firma riset Counterpoint menunjukkan bahwa harga memori dan NAND sudah melonjak lebih dari 90 persen pada kuartal pertama (Q1) 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. 
 
Tren kenaikan tersebut diperkirakan belum berakhir, dengan potensi tambahan kenaikan sekitar 15–20 persen pada kuartal kedua (Q2) 2026.

Lonjakan harga terjadi di berbagai segmen pasar. Pada Q4 2025, harga memori PC meningkat sekitar 35 persen dan NAND sekitar 20 persen. Namun memasuki Q1 2026, kenaikan menjadi jauh lebih tinggi. 
 
Harga memori PC dan NAND diperkirakan melampaui 90 persen dan 100 persen, sementara pada segmen server kenaikan memori mencapai sekitar 98 persen dan NAND sekitar 90 persen.
 
Kondisi ini dipicu oleh kelangkaan pasokan DRAM dan NAND secara global, serta permintaan tinggi dari infrastruktur AI dan pusat data. Situasi tersebut memaksa produsen perangkat menyesuaikan strategi produksi.
 
Senior Analyst Counterpoint, Jeongku Choi, mengatakan produsen perangkat menghadapi tekanan biaya sekaligus melemahnya daya beli konsumen, dikutip dari laporan WCCF Tech.
 
“Bagi produsen perangkat, ini adalah tekanan ganda, biaya komponen meningkat dan daya beli konsumen melemah, yang kemungkinan akan memperlambat permintaan seiring berjalannya kuartal,” ujarnya.
 
Untuk mengurangi tekanan biaya, sejumlah OEM mulai mengurangi kapasitas memori pada perangkat tertentu atau memprioritaskan produk premium dengan LPDDR5, yang tekanan harganya relatif lebih terkendali.
 
Di sisi lain, kenaikan harga memori justru meningkatkan profitabilitas produsen chip. Counterpoint mencatat margin operasional DRAM telah mencapai sekitar 60 persen pada Q4 2025, dan diperkirakan melampaui rekor historis pada awal 2026.
 
“Kuartal pertama 2026 diperkirakan menjadi periode ketika margin DRAM melampaui puncak historisnya untuk pertama kali,” kata Choi.
 
Meski ada indikasi harga mulai melambat dalam jangka pendek, berbagai laporan industri menunjukkan kenaikan harga memori dan NAND masih mungkin berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Normalisasi pasar diperkirakan baru terjadi pada paruh kedua 2027 atau awal 2028.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA