Foto: NTT Data
Foto: NTT Data

Riset NTT DATA Ungkap Peluang dan Tantangan GenAI di Sektor Kesehatan

Mohamad Mamduh • 28 Juli 2025 14:24
Jakarta: Sebuah riset terbaru dari NTT DATA, penyedia layanan bisnis dan teknologi global, menyoroti adanya kesenjangan antara ambisi organisasi kesehatan terhadap teknologi Generative AI (GenAI) dengan implementasi strategis yang mereka jalankan.
 
Meskipun lebih dari 80% pemimpin organisasi kesehatan yang disurvei menyatakan telah memiliki strategi GenAI yang terdefinisi dengan baik, hanya 40% yang merasa strategi tersebut benar-benar selaras dengan strategi bisnis utama mereka. Ironisnya, hanya 54% yang mengkategorikan kapabilitas GenAI mereka sebagai berkinerja tinggi.
 
Laporan wawasan eksekutif NTT DATA berjudul GenAI: The Care Plan for Powering Positive Health Outcomes ini didasarkan pada tanggapan 425 pengambil keputusan dari 33 negara, menunjukkan bahwa GenAI memang mulai membawa perubahan signifikan dalam dunia kesehatan.

Manfaatnya bervariasi mulai dari peningkatan kualitas layanan pasien, efisiensi tenaga kesehatan, hingga hasil keuangan yang lebih baik. Namun, potensi manfaat yang lebih besar dan pengembalian investasi masih terhambat oleh berbagai tantangan, termasuk keamanan data, privasi, etika, dan kepatuhan regulasi.
 
Riset ini menggarisbawahi beberapa temuan penting:
 
1. Sebanyak 94% responden mengakui GenAI mempercepat proses Penelitian & Pengembangan (R&D), memungkinkan akses lebih cepat ke pengobatan baru, diagnosis akurat, analitik prediktif, dan otomatisasi tugas.
 
2. Mayoritas (95%) meyakini solusi berbasis cloud adalah pilihan paling praktis dan hemat biaya untuk kebutuhan GenAI mereka.
 
3. Tantangan besar terlihat pada keterampilan, dengan 75% responden belum memiliki keterampilan yang memadai untuk mengelola GenAI secara efektif. Meski demikian, 93% telah mengambil langkah untuk menyesuaikan dampak GenAI terhadap peran karyawan.
 
Sundar Srinivasan, Head of Healthcare, NTT DATA North America, menekankan pentingnya penyelarasan GenAI dengan strategi bisnis, pelatihan menyeluruh, dan tata kelola berlapis yang tetap mengedepankan peran manusia. "Sangat penting untuk menunjukkan secara transparan bagaimana teknologi ini bisa mendukung pasien tanpa menggantikan tenaga kesehatan manusia," ujarnya.
 
Solusi GenAI yang berpusat pada manusia memungkinkan dokter dan staf administratif bekerja lebih efisien. Contoh nyata adalah kemampuan GenAI untuk memprediksi penyakit kronis untuk intervensi dini, atau mempercepat proses administratif seperti persetujuan layanan medis.
 
NTT DATA sendiri telah berkolaborasi dengan Duke Health untuk membangun model interaktif berbasis GenAI untuk layanan kesehatan di rumah, yang bertujuan meningkatkan hasil pengobatan sambil mengurangi beban kerja.
 
Meski demikian, kekhawatiran tetap tinggi. Sebanyak 91% pimpinan organisasi kesehatan masih khawatir terhadap potensi pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data kesehatan yang dilindungi (PHI).
 
Hanya 42% yang yakin sistem keamanan siber mereka cukup melindungi aplikasi GenAI saat ini. Kendati demikian, 87% responden percaya bahwa manfaat jangka panjang GenAI lebih besar dibanding risikonya, dengan 59% berencana melakukan investasi besar dalam dua tahun ke depan.
 
Tantangan lain dalam penerapan GenAI yang cepat dan bertanggung jawab adalah infrastruktur teknologi yang usang dan kesiapan data. Sebagian besar (91%) responden mengakui bahwa infrastruktur lama sangat menghambat penggunaan GenAI.
 
"Keberhasilan akan sangat bergantung pada kualitas data yang tinggi dan terbentuknya tim pengambil keputusan yang kolaboratif," tutup Srinivasan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA