Menurut IFL Science, temuan tersebut merupakan kumpulan awan dan gas kosmik berukuran raksasa yang diperkirakan akan bertabrakan dengan galaksi kita, yaitu galaksi Milky Way. Awan kosmik tersebut diperkirakan memiliki massa setara dengan 2 juta massa matahari dan bergerak dengan kecepatan 310 kilometer per detik.
Awan kosmik ini sebenarnya ditemukan pertama kali pada tahun 1963 oleh peneliti bernama Gail Smith. Sejak saat itu, NASA hanya menganggap awan kosmik ini sebagai kumpulan gas biasa yang ada di luar angkasa.
Namun, pada pertengahan tahun 2000an, peneliti NASA menemukan awan kosmik tersebut akan bertabrakan dengan galaksi Milky Way.
Temuan tersebut diketahui setelah dilakukan penelitian lebih lanjut menggunakan teleskop radio Green Bank yang terdapat di West Virginia, Amerika Serikat. Temuan ini membuat ilmuwan tertarik untuk terus mengamati awan kosmik ini.
Saat ini, para ilmuwan NASA sedang meneliti awan kosmik temuan Gail Smith ini menggunakan teleskop antariksa Hubble. Hasil beberapa pengamatan mengatakan awan kosmik tersebut terdiri dari berbagai elemen dan material, salah satunya adalah sulfur yang banyak ditemukan di bagian terluar galaksi Milky Way.
Lalu apa jadinya jika awan kosmik tersebut bertabrakan dengan galaksi kita? Menurut NASA, hal tersebut akan memicu munculnya bintang dan sistem tata surya baru di galaksi kita dan membuat galaksi Milky Way semakin padat.
NASA memperkirakan peristiwa ini akan terjadi dalam waktu 30 juta tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News