Apple mulai memblokir fitur pemberitahu kondisi kesehatan baterai iPhone dengan baterai tidak sah.
Apple mulai memblokir fitur pemberitahu kondisi kesehatan baterai iPhone dengan baterai tidak sah.

Apple Blokir Notifikasi Kesehatan Baterai iPhone

Lufthi Anggraeni • 10 Agustus 2019 09:09
Jakarta: Apple mulai menggencarkan upayanya memerangi penggunaan baterai buatan pihak tidak berlisensi pada iPhone XS, XS Max dan iPhone XR. Upaya pemblokiran ini juga dilakukan Apple pada ponsel dengan perbaikan baterai di pusat perbaikan pihak ketiga.
 
Sebagai langkah awal upaya ini, Apple akan menampilkan pesan pemberitahuan error pada perangkat pengguna baterai atau diperbaiki di pusat perbaikan tidak berlisensi Apple. Pesan ini memberitahukan pengguna bahwa iPhone tidak dapat melakukan verifikasi terkait orisinalitas baterai.
 
Ketidakmampuan melakukan verifikasi menyebabkan perangkat tidak dapat memberikan informasi terkait kesehatan baterai. Hal ini berarti, pengguna masih dapat menggunakan ponsel dan dengan fungsionalitas baterai tidak terbatas, namun tidak dapat mengetahui waktu penggantian baterai.

Pemilik akun The Art of Repair mencoba mengganti baterai asli iPhone dengan baterai asli dan baterai lain, dan keduanya mendapatkan pesan yang sama. Hal ini disebabkan oleh kehadiran pengendali mikro pada baterai yang ditujukan untuk mengirimkan informasi ke iPhone.
 
Pada pengendali ini, Apple menggunakan chip dalam versi khusus karyanya, bertugas untuk melakukan autentikasi baterai dan menghubungkannya dengan logic board. Sehingga pertukaran baterai hanya dapat dilakukan oleh pusat perbaikan dan layanan resmi Apple.
 

 
Sementara itu, laju perkembangan iPhone terbaru yang dinilai signifikan tidak selaras dengan posisi Apple dalam hal dominasinya di dunia. Dalam laporan terbaru disebutkan bahwa Apple berada di posisi keempat.
 
Kabar ini diperoleh dari hasil pengamatan firma riset pasar bernama IHS Markit yang memantau hasil bisnis kuartal kedua 2019 setiap merek smartphone. Posisi Apple kini berada di bawah merek Tiongkok yang berada di posisi ketiga. Posisi pertama masih diisi Samsung dan Huawei di posisi kedua.
 
Sedangkan pada ajang konferensi Black Hat, peneliti mendemonstrasikan cara unik mengelabui proses autentikasi Face ID. Komponen dasar proses pengelabuan ini adalah kacamata tertempel plester dan fitur Attention Detection pada Face ID.
 
ThreatPost menjelaskan bahwa salah satu kekurangan Face ID terdapat kemampuannya dalam mengekstraksi informasi 3D dari area mata saat mengenali kacamata yang dikenakan oleh pengguna.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA