Sekolah Virtual Wish High.
Sekolah Virtual Wish High.

VTuber Jadi Guru di Jepang, LuminariS Luncurkan Sekolah Virtual Wish High

Mohamad Mamduh • 24 Februari 2026 10:06
Ringkasnya gini..
  • Di Jepang, VTuber telah berkembang dari fenomena hiburan menjadi figur populer di berbagai platform daring.
  • Perusahaan juga menyatakan bahwa layanan ini tidak hanya terbatas untuk siswa SMA.
  • Wish High menjadi contoh awal bagaimana teknologi digital dan budaya streaming dapat diterapkan dalam konteks pendidikan formal.
Jakarta: Jepang kini memiliki bentuk baru pembelajaran daring yang unik, cram school atau sekolah bimbingan belajar di mana seluruh pengajarnya adalah VTuber, kreator konten dengan avatar virtual yang populer di platform streaming.
 
Inisiatif ini diperkenalkan oleh perusahaan pendidikan Jepang Luminaris melalui layanan baru bernama Wish High, yang resmi beroperasi sejak 1 Maret 2026.
 
Wish High dikembangkan sebagai online cram school yang menyasar terutama siswa sekolah menengah atas, meskipun materi juga bisa diakses oleh pelajar tingkat lain serta orang dewasa yang ingin memperdalam kembali wawasan akademik mereka.
 

VTuber Mengajar Mata Pelajaran Inti SMA


Di Wish High, semua pengajar adalah VTuber aktif yang memiliki pengalaman sebagai konten kreator di platform streaming. Mereka bukan sekadar avatar guru, tetapi figur yang terlibat langsung dalam penyampaian materi lewat format digital.

Mata pelajaran yang dijadwalkan untuk diajarkan mencakup:
 
- Matematika
- Bahasa Inggris
- Fisika
- Kimia
- Sejarah
- Sastra Jepang
- Geografi
 
Pembelajaran terdiri dari sesi live yang dapat diikuti secara daring, serta arsip rekaman materi yang bisa diputar ulang sesuai kebutuhan siswa.
 
Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dibanding video pembelajaran konvensional, dengan dukungan avatar dan elemen visual yang membantu menjaga konsentrasi peserta.
 

Kenapa VTuber?


Menurut penjelasan Luminaris yang dikutip dari Stream Charts, salah satu kendala pembelajaran daring adalah sulitnya siswa menjaga fokus pada pelajaran berbasis video tradisional. Strategi menggunakan VTuber bertujuan memberikan suasana yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa, sehingga motivasi belajar bisa lebih tinggi.
 
Perusahaan juga menyatakan bahwa layanan ini tidak hanya terbatas untuk siswa SMA, pelajar SMP dan bahkan orang dewasa yang ingin mengulang pelajaran juga bisa bergabung.
 

Biaya dan Akses Layanan


Untuk mengikuti kelas dan mengakses semua materi, siswa dikenai biaya berlangganan sekitar ¥9.900 per bulan (sekitar 65–70 USD). Saat ini layanan Wish High baru tersedia untuk peserta di Jepang.
 
Selain kelas utama, beberapa pengajar VTuber juga akan mengadakan sesi perkenalan atau livestream untuk menjelaskan materi secara informal, memberikan gambaran tentang gaya mengajar dan pendekatan yang digunakan dalam kelas formal.

Pendekatan Baru dalam Pendidikan Digital


Wish High menjadi contoh awal bagaimana teknologi digital dan budaya streaming dapat diterapkan dalam konteks pendidikan formal. Di Jepang, VTuber telah berkembang dari fenomena hiburan menjadi figur populer di berbagai platform daring, dan konsep pengajaran melalui avatar virtual memperlihatkan kemungkinan baru dalam pembelajaran jarak jauh.
 
Layanan ini bukan sekadar hiburan pendidikan, tetapi juga mencoba menawarkan solusi bagi siswa yang kesulitan mengakses kelas bimbingan konvensional atau membutuhkan materi tambahan di luar ruang kelas.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA