Google menghadirkan Antigravity 2.0 sebagai aplikasi desktop mandiri yang dirancang khusus untuk workflow berbasis agen. Selain itu, tersedia Antigravity CLI, sebuah tool ringan berbasis terminal yang memungkinkan pengguna memanggil dan memantau agen secara efisien. Dukungan Gemini API juga ditambahkan, memberi akses langsung bagi developer untuk mengintegrasikan agen ke dalam aplikasi mereka.
Google meluncurkan SDK Preview yang memungkinkan pengembang membangun agen kustom dengan kontrol penuh atas deployment. Fitur AI Studio Build Export Flow mempermudah transisi dari tahap prototyping ke pengembangan lokal. Semua ini terhubung dengan Google Cloud, melalui Gemini Enterprise Agent Platform.
Model AI terbaru, Gemini 3.5 Flash, kini menjadi default engine untuk Antigravity. Dibandingkan Gemini 3.1 Pro, versi ini menawarkan kecepatan hingga 12 kali lebih cepat dengan performa frontier di berbagai benchmark, termasuk Terminal-Bench 2.1 (76,2%) dan CharXiv Reasoning (84,2%). Dalam demo, Gemini 3.5 Flash bahkan mampu membangun sistem operasi fungsional secara otonom.
Model ini juga memperkenalkan primitives baru seperti dynamic subagents, manajemen tugas asinkron, dan hooks yang meningkatkan fleksibilitas agen.
Antigravity 2.0 kini mendukung Scheduled Tasks ala cron job, Projects & Worktree untuk organisasi agen, serta Live Voice Transcription berbasis Gemini Audio. Google juga memperluas integrasi dengan Android, Chrome, Firebase, hingga Science Skills Bundle yang membuka akses ke lebih dari 30 basis data ilmu hayati.
Google memperkenalkan AI Ultra Plan seharga USD100 per bulan, dengan kapasitas lima kali lipat dibandingkan Pro Plan. Sistem kredit bulanan disederhanakan, dan pelanggan Ultra mendapat bonus kredit tambahan selama libur panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News