Google mulai menghadirkan fitur baru di Google Play Store yang dapat memberi informasi kepada pengguna mengenai aplikasi boros baterai.
Google mulai menghadirkan fitur baru di Google Play Store yang dapat memberi informasi kepada pengguna mengenai aplikasi boros baterai.

Google Mulai Beri Peringatan Aplikasi Boros Baterai di Play Store

Arif Wicaksono • 16 Maret 2026 14:12
Ringkasnya gini..
  • Google mulai menghadirkan fitur baru di Google Play Store yang dapat memberi informasi kepada pengguna mengenai aplikasi boros baterai.
  • Fitur ini diluncurkan secara bertahap sejak 1 Maret 2026 dan akan tersedia bagi pengguna Android di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Jakarta: Google mulai menghadirkan fitur baru di Google Play Store yang dapat memberi informasi kepada pengguna mengenai aplikasi boros baterai.
 
Fitur ini diluncurkan secara bertahap sejak 1 Maret 2026 dan akan tersedia bagi pengguna Android di berbagai negara, termasuk Indonesia.
 

Melalui pembaruan tersebut, pengguna dapat melihat peringatan langsung di halaman aplikasi apabila sistem mendeteksi konsumsi daya yang tidak efisien. 
 
Biasanya, akan muncul notifikasi yang menyebutkan bahwa aplikasi tersebut berpotensi menjadi aplikasi boros baterai karena menjalankan aktivitas latar belakang secara berlebihan.

Kehadiran fitur ini bertujuan membantu pengguna memahami dampak penggunaan aplikasi terhadap daya perangkat sebelum mereka mengunduh atau menggunakan aplikasi tersebut.

Peringatan muncul di halaman aplikasi

Label peringatan mengenai aplikasi boros baterai akan ditampilkan langsung pada halaman detail aplikasi di Play Store. 
 
Dengan adanya informasi ini, pengguna dapat mengetahui sejak awal apakah sebuah aplikasi berpotensi menguras baterai karena aktivitas yang berjalan di latar belakang.
 
Menurut penjelasan Google, peringatan tersebut berkaitan dengan aktivitas aplikasi yang terlalu sering membuat perangkat “bangun” dari kondisi siaga. 
 
Kondisi ini biasanya terjadi ketika aplikasi terus menjalankan proses seperti sinkronisasi data, pembaruan lokasi, atau tugas lain di latar belakang tanpa interaksi langsung dari pengguna.
Meski begitu, tidak semua aplikasi dengan aktivitas latar belakang tinggi akan mendapatkan label aplikasi boros baterai. 
 
Google memberikan pengecualian bagi aplikasi yang memang membutuhkan aktivitas tersebut agar dapat berfungsi normal, seperti aplikasi pemutar musik, layanan navigasi berbasis lokasi, atau aplikasi yang melakukan transfer data atas permintaan pengguna.

Metrik baru untuk pengembang

Dikutip dari 9to5Google, Google juga memperkenalkan metrik baru untuk membantu pengembang memantau efisiensi aplikasi mereka.
 
Metrik tersebut berkaitan dengan penggunaan “partial wake lock”, yaitu mekanisme pada sistem operasi Android yang memungkinkan aplikasi menjaga perangkat tetap aktif untuk menjalankan proses tertentu.
 
Melalui sistem pemantauan Android Vitals, Google dapat mendeteksi aplikasi yang terlalu sering menggunakan wake lock sehingga berpotensi menjadi aplikasi boros baterai. 
 
Jika sebuah aplikasi secara konsisten melampaui ambang batas yang disebut “Excessive Partial Wake Lock”, aplikasi tersebut dapat memperoleh peringatan di halaman Play Store.
 
Tidak hanya itu, aplikasi yang melampaui batas tersebut juga berisiko mengalami penurunan visibilitas di Play Store. 
 
Misalnya, aplikasi tersebut mungkin tidak lagi muncul dalam fitur penemuan aplikasi seperti rekomendasi atau daftar aplikasi yang disarankan kepada pengguna.
 
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Google untuk mendorong pengembang menciptakan aplikasi yang lebih hemat daya sekaligus meningkatkan kualitas aplikasi di Play Store. 
 
Dengan begitu, pengguna Android diharapkan dapat menikmati pengalaman menggunakan aplikasi tanpa harus khawatir terhadap aplikasi boros baterai yang dapat mempercepat habisnya daya perangkat. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)




TERKAIT

BERITA LAINNYA