Ask.com resmi tutup setelah hampir 30 tahun, dikenal sebagai pelopor chatbot AI dengan konsep pencarian berbasis bahasa alami.
Ask.com resmi tutup setelah hampir 30 tahun, dikenal sebagai pelopor chatbot AI dengan konsep pencarian berbasis bahasa alami.

Ask.com Tutup Setelah Hampir 30 Tahun, Pelopor Chatbot AI Pamit

Lufthi Anggraeni • 04 Mei 2026 15:34
Ringkasnya gini..
  • Ask.com resmi ditutup pada 1 Mei 2026 setelah hampir 30 tahun beroperasi.
  • Platform ini dikenal sebagai pelopor pencarian berbasis bahasa alami, cikal bakal chatbot AI.
  • Penutupan dilakukan oleh IAC sebagai bagian dari strategi bisnis dan perubahan industri digital.
Jakarta: Layanan mesin pencari Ask.com resmi menghentikan operasinya pada tanggal 1 Mei 2026 setelah hampir tiga dekade berkiprah di dunia internet. Penutupan ini menandai berakhirnya salah satu platform pionir yang pernah memperkenalkan konsep pencarian berbasis bahasa alami, pendekatan yang kini menjadi fondasi bagi chatbot kecerdasan buatan modern.
 
Keputusan ini diambil oleh perusahaan induknya, InterActiveCorp (IAC), sebagai bagian dari strategi untuk memfokuskan kembali arah bisnis. Seluruh layanan pencarian di bawah Ask.com resmi dihentikan bersamaan dengan penutupan tersebut.
 
Sebagai pengingat, Ask.com pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996 dengan nama Ask Jeeves. Platform ini dikenal dengan maskot kepala pelayan bernama Jeeves, merepresentasikan konsep unik yaitu pengguna dapat mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari, bukan sekadar kata kunci.

Pendekatan tersebut menjadikan Ask Jeeves sebagai salah satu pelopor dalam interaksi berbasis percakapan di internet. Pada tahun 2006, layanan ini mengalami rebranding menjadi Ask.com sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar.
 
Model pencarian berbasis pertanyaan yang dikembangkan Ask.com dianggap sebagai bentuk awal dari teknologi chatbot AI saat ini. Sistem Ask.com dirancang untuk memahami bahasa alami dan memberikan jawaban relevan, konsep yang kini menjadi inti dari asisten virtual modern.
 
Seiring perkembangan teknologi, pendekatan ini berevolusi menjadi sistem AI lebih rumit, namun prinsip dasarnya telah diperkenalkan oleh Ask.com sejak era awal internet. Kendati sempat menjadi salah satu pemain besar, Ask.com perlahan kehilangan daya saing akibat dominasi mesin pencari lain seperti Google.
 
Teknologi pencarian berbasis algoritma lebih cepat dan akurat membuat platform ini semakin tertinggal. Pada akhirnya, berbagai upaya pengembangan dan rebranding tidak mampu mengembalikan posisi Ask.com di pasar global, hingga akhirnya diputuskan untuk menghentikan operasional sepenuhnya.
 
Dalam pernyataan resminya, pihak perusahaan menyampaikan apresiasi kepada tim pengembang serta jutaan pengguna yang telah setia menggunakan layanan tersebut selama bertahun-tahun. Penutupan ini bukan hanya akhir dari platform, tetapi juga menandai berakhirnya salah satu era penting dalam evolusi internet. 
 
Ask.com kini dikenang sebagai pionir yang memperkenalkan konsep interaksi berbasis pertanyaan, kemudian berkembang menjadi teknologi AI percakapan seperti yang dikenal saat ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA