Beberapa rumah sakit di Shanghai menggunakan iPhone 6S dan 6S Plus yang baru saja Apple luncurkan untuk meningkatkan jumlah donasi sperma yang mereka terima. Setidaknya begitulah yang dilaporkan Shanghaiist. Salah satu rumah sakit yang melakukan praktik tersebut adalah Renji Hospital, yang memasang sebuah iklan online yang, jika diartikan, menyebutkan, "Anda dapat mendapatkan 6S dengan mudah, tanpa harus menjual ginjal Anda."
Bagian mengenai penjualan ginjal mengacu pada sebuah berita mengenai 2 laki-laki Tiongkok yang berusaha untuk menjual ginjal mereka secara ilegal demi mendapatkan iPhone 6S. Seperti disebutkan CNET, hal ini menunjukkan bahwa popularitas iPhone di Tiongkok terus meningkat, meski Tiongkok merupakan rumah dari perusahaan yang menjual smartphone dengan harga yang jauh lebih terjangkau seperti Xiaomi dan Huawei.
Shanghaiist menyebutkan, Renji Hospital bersedia membayar CNY 6,000 (Rp13,6 juta) untuk sperma sebanyak 17 ml. Dengan uang tersebut, seseorang dapat membeli iPhone 6S dengan memori internal 16GB, yang dihargai USD831 (Rp12 juta). Dan mereka hanya perlu menambahkan sedikit uang, jika mereka ingin mendapatkan iPhone 6S dengan memori 64GB, yang dihargai USD955 (Rp13,9 juta).
Meskipun begitu, tidak semua orang akan diterima untuk menjadi donor sperma. Renji Hospital membuat beberapa persyaratan. Salah satunya, untuk menjadi donor sperma adalah lulus kuliah. Beberapa persyaratan lainnya adalah pendonor harus setidaknya memiliki tinggi 165 cm, tidak memiliki penyakit genetik dan juga dirasa cukup subur.
Renji Hospital bukan satu-satunya rumah sakit yang melakukan hal ini. China Daily melaporkan, Hubei Human Sperm Bank juga menawarkan uang sebesar USD785 untuk donor sperma.
iPhone 6S dan 6S Plus diluncurkan pada tanggal 9 September lalu. Tim Cook, CEO Apple, menyebutkan, pangsa pasar Apple di Tiongkok telah meningkat sebesar 75 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News