Saat Steve Jobs memperkenalkan iPhone pertama. (Cult of Mac)
Saat Steve Jobs memperkenalkan iPhone pertama. (Cult of Mac)

Pertama Kali Diluncurkan, iPhone Justru Ditertawakan Pesaing Apple

Ellavie Ichlasa Amalia • 26 Mei 2015 14:05
medcom.id: Melihat popularitas iPhone sekarang, Anda mungkin sudah lupa bahwa saat Steve Jobs - CEO Apple ketika itu - memperkenalkan iPhone di tahun 2007, tidak sedikit pesaing Apple yang bersikap skeptis atau bahkan menertawakannya.
 
Sebuah buku yang berjudul Losing The Signal, yang menggambarkan kesuksesan dan kejatuhan BlackBerry, menggambarkan bagaimana reaksi dari eksekutif BlackBerry, yang ketika itu menguasai pasar ponsel di dunia.
 
Inilah kutipan dari buku Losing The Signal tentang reaksi Mike Lazaridis, pendiri dan vice-chairman BlackBerry terhadap iPhone:

Di bulan Januari di tahun 2007, Lazaridis sedang menggunakan treadmill di rumahnya ketika dia melihat berita di televisi mengenai produk terbaru dari Apple Inc. Sang pendiri Research In Motion (nama lama BlackBerry) dengan segera lupa akan olahraganya. Semua perhatiannya tertuju pada Steve Jobs, yang sedang berada di San Fransisco, memperkenalkan sebuah ponsel baru buatan Apple yang terlihat seperti terbuat dari kaca. Jobs mendemokan bagaimana ponsel tersebut dapat mengunduh lagu, video dan bahkan peta dari internet. Dia menyebut produk tersebut iPhone.

"Bagaimana bisa ponsel itu melakukan semua hal itu?" pikir Lazaridis. Rasa penasarannya berubah menjadi rasa tidak percaya ketika Stanley Sigman, Chief Executive dari Cingular Wireless (nama lama AT&T, salah satu perusahaan penyedia layanan komunikasi di AS), menyatakan bahwa mereka telah menandatangani sebuah kontrak untuk membantu Apple menjual iPhone. Kontrak ini berlaku selama lebih dari satu tahun. Apa yang dia pikirkan? pikir Lazaridis. "Dia akan membuat perusahaannya bangkrut."

Hari berikutnya, Lazaridis menunjukkan video Steve Jobs memperkenalkan iPhone pada Jim Balsillie, yang juga merupakan CEO RIM.
 
"Jim, lihat video ini," kata Lazaridis sambil memperlihatkan rekaman peluncuran iPhone. "Alat itu memiliki browser internet layaknya komputer dan dapat mengakses internet. Para operator tidak membiarkan kita untuk melakukan hal itu."
 
Hal pertama yang ada dalam pikiran Balsillie adalah bahwa AT&T akan menghentikan kerja sama mereka dengan RIM. "Apple memberikan penawaran yang lebih baik," kata Balsillie. "Mulai saat ini, pasar AS akan menjadi lebih kompetitif."
 
"Mereka benar-benar pintar," kata Lazaridis. "Produk ini adalah produk yang berbeda."
 
"Tidak apa-apa. Kita tidak akan kalah," jawab Balsillie.


Selama beberapa bulan setelah peluncuran iPhone sekali pun, pemimpin eksekutif RIM tidak menganggap iPhone milik Apple sebagai saingan mereka. "iPhone bukanlah saingan bagi kami," kata Larry Conlee, salah satu orang kepercayaan Lazaridis. "Keamanan iPhone tidak terjamin. Baterainya juga cepat habis. Dan keyboard miliknya juga payah."
 
BlackBerry bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi yang menganggap bahwa iPhone adalah produk yang mengagumkan tetapi mahal dan merasa bahwa produk Apple ini tidak akan memberikan dampak yang signifikan dalam pasar smartphone.
 
Salah satu komentar yang paling terkenal adalah komentar dari Steve Ballimer, yang ketika itu menjabat sebagai CEO Microsoft, yang menertawakan Apple karena berani meluncurkan sebuah ponsel dengan harga USD500 (berdasarkan harga tukar dollar ketika itu, kurang lebih Rp4,5 juta). 
 
Meskipun begitu, BlackBerry merupakan perusahaan yang menderita kerugian paling besar karena masuknya Apple ke dalam pasar perangkat mobile dengan meluncurkan iPhone. Di tahun 2009, BlackBerry menguasai kurang lebih 50 persen pasar smartphone. Dan sekarang, pangsa pasar BlackBerry bahkan tidak mencapai satu persen. (Cult of Mac)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA