Ilustrasi CME. (Reuters)
Ilustrasi CME. (Reuters)

Bintik Matahari Menghilang, Ini Efeknya ke Bumi

Ellavie Ichlasa Amalia • 30 Juni 2016 12:07
medcom.id: Untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu bulan, bintik matahari menghilang dari permukaan matahari. Hal ini merupakan tanda bahwa matahari sedang memasuki periode penurunan aktivitas yang akan berlangsung selama sekitar 5 tahun. 
 
Meskipun begitu, sejarah telah menunjukkan bahwa badai matahari terbesar yang pernah terjadi bisa saja muncul saat aktivitas matahari sedang menurun. Matahari adalah bintang yang terus berubah.
 
Permukaannya terus berubah sesuai dengan siklus matahari yang terdiri dari 2 periode, yaitu meningkat dan berkurangnya jumlah bintik matahari. Siklus ini berlangsung selama 11 tahun. 

Bintik matahari adalah area gelap di permukaan matahari yang menandakan aktivitas magnetis yang sangat kuat. Ia begitu kuat sehingga menghalangi konveksi matahari dan menurunkan temperatur matahari di lokasi bintik matahari itu.
 
Ukuran bintik matahari beragam. Sebagian hanya memiliki lebar beberapa mil. Bintik matahari terbesar dapat memiliki diameter sebesar 100 ribu mil atau sekitar 161 km. Bintik matahari raksasa ini dapat dilihat pada permukaan matahari bahkan tanpa bantuan teleskop. Suhu di bintik matahri tersebut dapat turun hingga setengah dari suhu di sekitarnya.
 
The Washington Post menyebutkan, bintik matahari tidak hanya untuk diteliti. Gejolak jumlah bintik matahari juga memiliki dampak besar pada lingkungan dan teknologi di bumi.
 
Bintik matahari adalah satu-satunya tanda dari keberadaan medan magnet matahari yang bisa diobservasi. Terkadang, medan magnet ini bersifat stabil, terkadang juga bersifat eksplosif. Ia bisa mendorong terjadinya solar flare dan CME (Coronal Mass Ejection) atau lontaran massa korona, yang dapat menyebabkan badai radiasi dan badai geomagnetis di bumi. Keduanya memiliki pengaruh pada penggunaan teknologi yang digunakan di bumi.
 
Tugas peramal cuaca luar angkasa adalah untuk memutuskan kapan badai itu terjadi -- jika ia memang akan terjadi -- sehingga orang-orang di bumi dapat melindungi teknologi yang ada untuk mencegah terjadinya kerusakan permanen.
 
Setelah solar maximum di awal tahun 2000-an, matahari kini memasuki periode solar minimum. Perlahan tapi pasti, jumlah bintik matahari yang terlihat di permukaan matahari mulai berkurang. Namun, hal ini bukan berarti ia akan hilang sama sekali.
 
Periode ketiadaan bintik matahari ini akan berlangsung selama beberapa hari, meski nantinya, periode ini dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Saat ini, sisi matahari yang menghadap bumi memang tidak memiliki bintik matahari, tapi lain halnya dengan sisi yang tidak terlihat dari bumi.
 
Meskipun aktivitas matahari sedang turun, tapi tampaknya akan ada fenomena besar yang terjadi. Carrington Event yang terjadi di tahun 1859 terjadi saat aktivitas matahari relatif rendah. Badai geomagnetis itu merupakan salah satu badai terbesar yang pernah terekam manusia. Ia menyebabkan munculnya aurora di Karibia. 
 
Jika badai sebesar ini terjadi sekarang, ia akan mematikan listrik, internet dan semua teknologi lain yang menggantungkan diri pada dua teknologi itu. Dan hal ini bisa terjadi selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan di sebuah benua.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA