OnePlus menyebut, peningkatan harga tersebut hanya akan dialami oleh unit perangkat dan tidak akan mempengaruhi harga aksesori yang dipasarkan di Inggris. Penyesuaian harga ini bukanlah pertama kalinya dilakukan oleh produsen perangkat teknologi, akibat fluktuasi mata uang.
Sebelumnya, Apple juga meningkatkan harga perangkatnya dan aplikasi pada App Store pada pasar Kanada, Australia, Jepang, dan Eropa. Namun, OnePlus menjadi produsen smartphone besar pertama yang menyesuaikan harga perangkatnya, akibat Brexit, seperti yang dilaporkan oleh The Verge.
Dell juga dikabarkan melakukan peningkatan harga sebesar 10 persen untuk rekan peritelnya di Inggris, yang juga akan mempengaruhi harga jualnya untuk konsumen. Dengan nilai mata uang Inggris yang menurun terhadap dollar Amerika Serikat, dua perusahaan tersebut tidak akan menjadi produsen terakhir yang meningkatkan harga perangkatnya.
Menurut hari pengumuman referendum EU pada 23 Juni 2016 lalu, kisaran satu poundsterling Inggris mencapai 1,50056 dollar Amerika Serikat. Sementara pada laporan terbaru, kisaran GBP1 mencapai USD 1,29556, mengalami penurunan sebesar 13,66 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News