Laporan terbaru NVIDIA, State of AI in Telecommunications: 2026 Trends mengungkapkan kemunculan Agentic AI sebagai standar baru yang akan mengubah cara kita berinteraksi dengan penyedia layanan seluler.
Perbedaan mendasar antara chatbot tradisional dengan Agentic AI terletak pada kemampuannya untuk mengeksekusi tugas. Jika chatbot hanya bisa memberikan instruksi cara mengaktifkan paket roaming, seorang Agen AI memiliki otoritas dan kemampuan teknis untuk merencanakan, mengambil keputusan, dan benar-benar mengaktifkan paket tersebut untuk Anda.
Agen AI ini bekerja dengan memahami tujuan akhir pengguna. Misalnya, jika Anda mengatakan, "Saya akan pergi ke Singapura selama tiga hari dan ingin tetap hemat," Agen AI tidak akan memberikan daftar harga paket yang membingungkan. Sebaliknya, ia akan menganalisis sisa pulsa Anda, membandingkan paket roaming terbaik, memeriksa apakah ada promo poin yang bisa ditukarkan, dan langsung menyelesaikannya dalam satu langkah instruksi suara atau teks.
Laporan NVIDIA menyoroti bahwa sekitar 60% organisasi telekomunikasi kini beralih ke model AI yang memiliki kemampuan penalaran (reasoning). Agen AI ini tidak hanya mengikuti naskah, tetapi bisa berpikir secara logis.
Jika terjadi gangguan jaringan di area, Agen AI dapat secara proaktif menghubungi kita, memohon maaf, memberikan kompensasi kuota secara otomatis, dan menjadwalkan kunjungan teknisi jika diperlukan—semuanya tanpa harus melewati menu tekan angka yang membosankan.
Di sisi operasional perusahaan, Agentic AI juga bekerja di balik layar. Mereka berfungsi sebagai "karyawan digital" yang mengoordinasikan tugas antar departemen. Misalnya, jika ada pesanan perangkat baru dari pelanggan, agen ini akan berkomunikasi dengan sistem gudang, mengatur pengiriman dengan logistik, dan memberikan pembaruan status kepada pelanggan secara real-time.
Salah satu poin menarik dari laporan tersebut adalah bagaimana Agentic AI menciptakan pengalaman yang sangat personal. Berdasarkan pola penggunaan data dan riwayat pembayaran, Agen AI dapat memprediksi kapan seorang pelanggan mungkin akan merasa tidak puas atau kapan mereka membutuhkan perangkat baru.
"Kita sedang berpindah dari era di mana pelanggan harus mempelajari cara kerja aplikasi perusahaan, ke era di mana AI perusahaan yang mempelajari kebutuhan unik setiap pelanggan," tulis laporan tersebut.
Peningkatan produktivitas karyawan pun melonjak drastis, dengan 99% responden melaporkan efisiensi yang lebih baik karena AI kini mampu menangani tugas-tugas administratif yang sebelumnya menyita waktu manusia.
Tentu saja, memberikan kekuasaan bagi AI untuk mengambil tindakan atas nama pengguna memunculkan tantangan besar terkait privasi dan keamanan. Perusahaan telekomunikasi kini dituntut untuk membangun sistem keamanan yang super ketat guna memastikan Agen AI tidak disalahgunakan untuk transaksi yang tidak diinginkan atau kebocoran data pribadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News