ASUS ROG Phone 2.
ASUS ROG Phone 2.

ASUS ROG Phone 2 vs Black Shark 2 Pro, Mana yang Lebih Baik?

Teknologi teknologi asus hardware asus rog
Cahyandaru Kuncorojati • 15 Desember 2019 22:00
Jakarta: Dirilis lebih dulu di Indonesia tapi kehadiran smartphone gaming ASUS ROG Phone sebetulnya sudah muncul sejak tahun lalu di Indonesia. Baru di generasi keduanya lewat ASUS ROG Phone 2 di bulan ini smartphone gaming ini sampai ke tangan konsumen Indonesia.
 
Satu bulan lebih awal dari ASUS ROG Phone 2 ada merek smartphone gaming lain yang juga hadir di Indonesia. Black Shark yang enggan mengusung nama Xiaomi seperti awal kemunculannya masuk Tanah Air dengan membawa Black Shark 2 Pro.
 
Kini, ASUS ROG Phone 2 dan Black Shark 2 Pro bakal memanaskan pasar smartphone gaming di Indonesia. Namun, mana yang lebih baik? Berikut ini Medcom.id membagikan pengalaman menggunakan dua smartphone ini. Kami sudah mengulas ASUS ROG Phone 2 dan Black Shark 2 Pro beberapa waktu lalu

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama kami akan memaparkan spesifikasi di atas kertas untuk kedua smartphone. Dicatat bahwa kedua smartphone ini menggunakan chipset sama yaitu Qualcomm Snapdragon 855 Plus namun dari sisi desain dan fitur serta sebagian spesifikasinya berbeda.
 

Refresh Rate 120Hz
Smartphone gaming menjagokan kemampuan layarnya, tidak hanya kualitas warna yang vibrat alias kaya dan tajam tapi juga kecepatannya menyajikan grafis yang halus tapi tajam. Caranya dengan menyajikan refresh rate tinggi.
 
Refresh rate tinggi memberikan dukungan bagi game yang kualitas grafisnya tinggi dan bisa berjalan di frame rate tinggi. ASUS ROG Phone 2 punya layar refresh rate 120Hz. Artinya bisa menyajikan performa 120fps.
 
Black Shark 2 Pro masih mengusung refresh rate yang sama seperti smartphone gaming tahun lalu yang tidak masuk Indonesia. Refresh rate smartphone ini masih di 90Hz.
 

Grip Harus Nyaman Tanpa Berat
Kodrat dari sebuah smartphone gaming adalah dimainkan dalam mode landscape atau horizontal. Black Shark 2 Pro punya bodi bagian belakang yang berlekuk. Hal ini membuatnya memiliki grip yang enak dipegang dua tangan saat bermain game.
 
Sayangnya, grip ini menyatu sebagai bodi belakang. Konsekuensinya adalah bodinya menjadi berat dan tebal. Kondisi ini membuat Black Shark 2 Pro kurang nyaman untuk daily driver atau digunakan sehari-hari.
 
ASUS ROG Phone 2 punya desain bodi lebih tipis. Bodi belakangnya tidak memiliki lekuk untuk grip tapi karena tipis dibanding seri generasi pertama maka smartphone ini masih asyik untuk bermain game sekaligus digunakan setiap hari.
 

Tampilan Menarik Bodi Harus Tetap Tipis
Masih membahas desain bodinya. ASUS ROG Phone 2 di bagian belakangnya memang tidak memiliki grip khusus meskipun menggunakan casing pelindung bawaan.
 
Namun, dengan casing maupun tidak bodi belakang ASUS ROG Phone 2 punya desain yang lebih estetika. Ada ornamen garis yang memantulkan warna mengkilap saat terkena cahaya dna terkesan futuristik.
 
LED RGB berlogo ASUS ROG juga memiliki beragam efek yang bisa diatur warna maupun kecerahan sekaligus kecepatannya berganti warna atau berkedip. Efek menyala ini juga bisa disinkronkan dengan perangkat PC maupun laptop ASUS ROG.
 
Black Shark 2 Pro juga punya LED RGB di bodi belakangnya bahkan di sisi kanan dan kiri bodi. Medcom.id akui efek menyala yang disajikan masih kurang menarik. Demikian juga desain tampilan bodi belakangnya cukup menarik perhatian tapi kurang estetik dibandingkan ASUS ROG Phone 2.
 

USB-C dan Audio Jack
ASUS ROG Phone 2 punya port USB-C dan audio jack terpisah. Jadi penggunanya bisa mengisi daya smartphone sambil menggunakan earphone mengandalkan audio jack.
 
ASUS menyediakan port USB-C yang bisa digunakan untuk aksesori maupun mengisi daya di bagian sisi bodinya. Jadi kabel charger tidak akan mengganggu posisi tangan saat bermain game.
 
Berbeda dengan Black Shark Pro yang tidak memiliki audio jack. Earphone harus berebut kesempatan dengan pengisian daya pada satu port USB-C. Apabila penggunanya tidak mau repot maka mereka harus rela membeli earphone dengan koneksi Bluetooth untuk Black Shark 2 Pro.
 

Aksesori Gaming
Smartphone gaming biasanya akan sangat mengandalkan gamepad sebagai penunjang bermain. Kedua merek juga menyediakan gamepad yang dijual terpisah.
 
Ada perbedaan yang membuat ASUS ROG Phone 2 lebih unggul. Black Shark 2 Pro hanya pernah tampil dengan dukungan aksesoris gamepad atau joystick ala Nintendo Switch.
 
Berbeda dari ASUS ROG Phone 2, aksesorinya ada banyak dengan beragam fungsi. Mulai dari gamepad hingga layar ganda yang berfungsi sebagai powerbank dan docking untuk dimainkan seperti konsol di televisi.
 

Baterai 6.000 mAh
Kapasitas baterai masih penting bagi smartphone meskipun ada dukungan pengisian daya cepat. Bermain game dengan performa dan kualitas grafis tinggi akan mendorong konsumsi daya lebih besar.
 
ASUS ROG Phone 2 menyadari hal ini. Bodinya yang tipis ternyata dibekali kapasitas baterai 6.000 mAh dengan pengisian daya cepat 30W. Black Shark 2 Pro hanya punya kapasitas baterai 4.000 mAh dengan pengisian daya cepat 27W.
 
Seiring usia smartphone tentu saja kondisi kapasitas pengisian baterainya akan berkurang sedikit demi sedikit. ASUS ROG Phone 2 dibekali 6.000 mAh, sehingga meskipun kondisi baterai mulai tidak sehat setidaknya smartphone ini masih punya usia baterai cukup panjang untuk bisa hanya terisi penuh di 4.000 mAh.
 

Peningkatan Performa Tanpa Batas
Kedua smartphone ini punya fitur overcloking atau peningkatan performa. ASUS ROG Phone 2 punya Armoury Crate dan Black Shark 2 Pro punya Shark Mode. Namun, harus diketahui bahwa peningkatan performa keduanya berbeda meskipun menggunakan chipset sama.
 
Black Shark 2 Pro tampaknya melakukan peningkatan performa by system. Jadi perangkat mengoptimalkan game dengan performa yang bisa disajikan oleh perangkat. ASUS ROG Phone 2 melakukan peningkatan performa berdasarkan hardware.
 
Kemampuan ASUS ROG Phone 2 terlihat dari fitur di Armoury Crate yang menyediakan kebebasan untuk memaksimalkan performa CPU secara mendetil. Bagi gamer yang sekadar ingin memaksimalkan dalam batas aman agar suhunya tidak panas maka bisa dipilih by system.
 

AirTrigger Menggantikan Fungsi Gamepad
Di sisi bodi ASUS ROG Phone 2 punya fitur AirTrigger. Fungsinya sama seperti tombol L/R di controller PlayStation. Jadi penggunanya bisa punya fitur yang serupa di gamepad tanpa harus menggunakan aksesoris tersebut.
 
Fitur ini masih tetap tersedia di generasi kedua ASUS ROG Phone padahal bodinya sudah lebih tipis. Black Shark 2 Pro yang punya bodi tebal justru tidak memilikinya.
 
Sebagai gantinya Blck Shark 2 Pro menyediakan sensor sensitivitas di layarnya. Layarnya menjadi sangat responsif dan ada sensor untuk mengenali tekanan yang diberikan jemari ke layar untuk menghasilkan efek tertentu.
 
Fungsi tersebut di Black Shark 2 Pro serupa dengan AirTrigger di ASUS ROG Phone, beda posisi saja.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif