Byte, aplikasi berbasis video buatan pencipta Vine.
Byte, aplikasi berbasis video buatan pencipta Vine.

Pembuat Aplikasi Vine Rilis Byte, Pesaing Baru TikTok

Teknologi media sosial teknologi
Cahyandaru Kuncorojati • 26 Januari 2020 09:10
Jakarta: TikTok milik ByteDance mungkin jadi ancaman bagi Facebook dan Instagram, tapi pionir di konten video singkat yaitu Vine kembali bangkit. Pencipta Vine Dom Hofmann menepati janjinya untuk meneruskan penerus Vine yang bernama Byte.
 
Diketahui bahwa Vine dibeli oleh Twitter pada 2021 sebelum akhirnya empat tahun kemudian mereka memutuskan menutup layanan Vine.
 
Vine dikenal dengan format video singkat berdurasi enam detik yang bisa diulang atau loop. Platform ini sempat menjadi pusat kreator konten seperti YouTube dan Instagram maupun TikTok pada masanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari WCCFTech, aplikasi Byte sudah bisa diunduh di iOS dan Android di beberapa kawasan. Format konten yang disajikan diklaim masih sama seperti Vine. Penggunanya bisa mereka video dari kamera di dalam aplikasi atau mengunggah beberapa video dari galeri ponsel dan menyatukannya.
 
Tujuannya tentu saja membuat konten video yang menghibur sekaligus viral. Di dalam deskripsi aplikasi Byte, sang pembuatnya tidak segan menyebut bahwa aplikasi ini bertujuan menyajikan nostalgia era Vine.
 
Meskipun begitu, laporan Tech Crunch meyebutkan bahwa banyak fitur seperti yang ada di Instagram maupun TikTok belum tersedia di Byte. Hofmann sendiri punya rencana untuk menyediakan dukungan monetisasi konten secara langsung (direct) yang belum disediakan oleh TikTok.
 
"Kami sedang melihat semua peluang yang ada, tapi kami akan memulainya dengan bentuk revenue share ditambah dukungan dari dana kami sendiri. Kami akan memberikan penjelasan mengenai pilot program ini dalam waktu dekat," tutur Hofmaan saat ditanya mengenai sistem monetisasi yang akan dimiliki aplikasi Byte.
 
Kemungkinan besar langkah ini dilakukan Byte untuk kembali menarik sosok kreator konten era Vine yang kini beralih ke YouTube. Di YouTube, kreator bisa mendapatkan uang dari iklan atau ad-share. Beberapa kreator era Vine yang beralih ke TikTok dikabarkan sudah berada di bawah naungan aplikasi Byte.
 
Di tahun 2014 dan 2015, Vine di bawah Twitter sempat menagntongi 200 juta pengguna aktif. Konten yang diunggah adalah video singkat berupa komedi. Demi memotong biaya operasional, Twitter akhirnya menutup layanan Vine di tahun 2016. Saat ini masih banyak konten era Vine yang bisa dijumpai di YouTube.
 
Hofmann sendiri sudah mengerjakan penerus Vine di tahun 2015 saat dia memutuskan mundur dari Twitter yang mejadi induk aplikasi buatannya. Di akhir 2018 dia mulai mengumumkan rencana kehadiran Byte. Kini Byte harus berjuang merebut kembali penggemar Vine dari Instagram dan terutama TikTok.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif