Penerus Vine akan Dirilis Awal Tahun Depan

Ellavie Ichlasa Amalia 09 November 2018 13:42 WIB
media sosial
Penerus Vine akan Dirilis Awal Tahun Depan
Logo Byte, penerus dari Vine.
Jakarta: Vine masih belum mati, menurut salah satu kreatornya, Dom Hofmann.

Memang, dia telah mengembangkan penerus dari Vine selama beberapa waktu, meski dia juga sempat menghentikan proyek itu. Sekarang, dia mengumumkan bahwa penerus Vine akan dinamai Byte dan akan dirilis pada musim semi tahun depan.

Twitter membeli Vine pada 2012, sebelum ia diluncurkan secara resmi. Empat tahun kemudian, Twitter menutup Vine.


Meskipun hidup Vine tidak lama, ia merupakan platform yang sangat populer di kalangan kreator video. Sejak Vine ditutup, banyak kreator yang memutuskan untuk pindah ke Instagram, Twitch, dan YouTube.

Ketiadaan Vine memberi ruang bagi TikTok, perusahaan asal Tiongkok yang juga dikenal dengan nama ByteDance, untuk tumbuh berkembang. TikTok menjadi populer dengan konten video lip-sync di dalamnya, menurut laporan The Verge.
 
Saat ini, masih belum banyak informasi tentang cara kerja Byte. Hofmann mengatakan, sebelm ini, proyek pengembangan penerus Vine disebut dengan nama v2.

Pada November, dia juga telah membuat forum untuk menjelaskan tentang proses pengembangan. Tujuannya adalah untuk membuat proses pengembangan menjadi transparan.

Pada Mei tahun ini, Hofmann menunda proyek v2 tanpa memberitahu kapan dia akan meneruskan proyek itu. Ketika itu, dia menyebutkan bahwa dia memiliki masalah logistik dan pendanaan.

Masalah lainnya adalah keterbatasan waktu karena dia juga memiliki perusahaan studio hiburan imersif bernama Innerspace VR. Hofmann tetap membuka forum pengembangan Byte. Dan tampaknya, akhirnya dia bisa mendapatkan pendanaan untuk aplikasi itu.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.