Replika satelit Telkom 3S (MTVN / DANU)
Replika satelit Telkom 3S (MTVN / DANU)

Telkom 3S Tutup Kekurangan Kebutuhan Satelit di Indonesia

Riandanu Madi Utomo • 30 Januari 2017 19:38
medcom.id, Cibinong: Telkom mengumumkan akan meluncurkan satelit komunikasi baru awal bulan depan. Satelit bernama Telkom 3S tersebut rencananya akan diluncurkan di Guiana Space Center, Prancis, pada tanggal 15 Februari mendatang.
 
Salah satu alasan Telkom meluncurkan satelit ini adalah untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi nasional yang sangat bergantung pada satelit. Peluncuran T3S juga diklaim akan mengurangi ketergantungan Indonesia dengan menyewa satelit asing.
 
"Kebutuhan satelit telekomunikasi kita masih sangat kurang. Untuk itu kita luncurkan satelit baru," ujar Direktur Network IT & Solution, Abdus Somad Arief.

"Satelit ini nantinya bakal membantu kita untuk menutup kekurangan tersebut serta memenuhi kebutuhan spektrum telekomunikasi kita saat ini."
 
Telkom 3S merupakan satelit berjenis Fixed Satellite Services (FSS) dan akan bekerja sebagai backbone untuk berbagai sistem telekomunikasi lainnya. Karena hal tersebut juga pihak Telkom tidak bisa menghitung estimasi konsumen Indonesia yang akan diuntungkan dari keberadaan satelit ini.
 
Telkom juga tidak akan menggunakan seluruh transponder yang terpasang di satelit ini. 50 persen di antaranya dikatakan akan disewakan ke pihak lain.
 
Meski demikian, Telkom mengaku kebutuhan satelit komunikasi Indonesia masih belum terpenuhi dengan hadirnya T3S bulan depan. Hal tersebut dikarenakan tingginya aktivitas komunikasi masyarakat dan masih adanya pasar lain untuk penggunaan satelit, seperti satelit berjenis mobile yang stasiun penerimanya bisa berpindah-pindah lokasi.
 
Telkom 3S Tutup Kekurangan Kebutuhan Satelit di Indonesia
?Direktur Network IT & Solution, Abdus Somad Arief (tengah)

Maka dari itu, sebagai konsumen Telkom sangat berharap Indonesia bisa membuat satelit telekomunikasi sendiri. Dalam konferensi pers pengumuman peluncuran satelit Telkom 3S hari ini di Cibinong, Abdus mengatakan pihaknya sudah memiliki pasar untuk satelit komunikasi buatan dalam negeri.
 
"Ini menjadi pekerjaan rumah yang sangta menantang bagi peneliti dan industri manufaktur nasional kita. Kita sudah memiliki pasar, dan tentunya kita sangat terbuka dengan satelit buatan dalam negeri. Kita mengusahakan memiliki satelit sendiri karena kualitas layanannya bisa lebih dikontrol," ujar Abdus.
 
Satelit T3S sendiri memiliki 24 C-Band Transponder, 8 Extended C-Band Transponder, dan 10 KU-Band Transponder. Spesifikasi tersebut lebih baik dari satelit sebelumnya, yaitu Telkom 2 dan Telkom 1.
 
Satelit T3S akan menumpang roket Ariane 5 ECA VA235 yang diakomodasi oleh agensi luar angkasa Eropa (ESA). Satelit ini dibuat oleh Thales Alenia Space (TAS) menggunaaan platform Spacebus 400B2. T3S rencananya akan mengorbit di posisi 118 derajat bujur timur.
 
Pihak Telkom memang tidak menyebutkan harga pasti dari satelit ini, namun Abdus mengatakan harga satelit serupa berkisar antara USD200 hingga 250 juta atau Rp2,6 hingga Rp3,3 triliun.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA