Netflix akan mendapatkan 100 juta pelanggan dalam waktu dekat. (AP Photo / Elise Amendola, File)
Netflix akan mendapatkan 100 juta pelanggan dalam waktu dekat. (AP Photo / Elise Amendola, File)

Tidur, Pesaing Utama Netflix

Ellavie Ichlasa Amalia • 18 April 2017 12:12
medcom.id: Pertumbuhan Netflix dalam 3 bulan pertama tahun ini tidak sebesar yang mereka harapkan walau mereka berkeras bahwa potensi untuk tumbuh tetap sangat besar.
 
Perusahaan video-on-demand tersebut behasil mendapatkan 4,95 juta pelanggan baru dalam 3 bulan terakhir, lebih sedikit dari perkiraan mereka, yaitu 5,2 juta orang. Di Amerika Serikat, jumlah pengguna baru Netflix sepertiga lebih sedikit dari periode yang sama tahun lalu. Sementara secara global, angka pertumbuhan pengguna baru justru menurun 22 persen. 
 
Menurut BBC, Netflix menyebutkan bahwa penurunan jumlah pengguna baru terjadi karena mereka memundurkan penayangan berbagai serial populernya ke kuartal dua. Seri House of Cards misalnya, yang ditayangkan pada kuartal pertama tahun lalu, kini ditunda penayangannya menjadi kuartal kedua. 

Netflix memperkirakan, mereka akan mendapatkan 8,15 juta pelanggan baru pada semester pertama tahun ini, sedikit di bawah dari jumlah pengguna baru yang mereka dapatkan pada semester satu tahun lalu, yaitu 8,42 juta orang. Netflix memperkirakan, jumlah pelanggan mereka secara global akan menembus angka 100 juta pada minggu ini.
 
"Ini adalah permulaan yang baik," ujar CEO Reed Hastings. 
 
Sementara itu, saat ditanya terkait persaingan di industri layanan video-on-demand, Hastings tetap merasa bahwa industri ini cukup besar untuk semua pemainnya. 
 
"Mereka memberikan program yang hebat dan mereka akan terus melakukan itu, tapi saya tidak yakin ia akan memengaruhi kami," ujar Hastings saat ditanya terkait rencana agresif Amazon untuk menyediakan konten dalam layanan video-on-demand miliknya. "Pasar ini sangat besar."
 
Dia justru menyebutkan bahwa pesaing utama Netflix adalah tidur. "Coba pikir, ketika Anda menonton film di Netflix dan Anda menjadi kecanduan dan Anda begadang hingga larut. Kami bersaing dengan tidur," ujar Hastings. 
 
Tidak lama setelah Hastings mengumumkan hal ini dalam laporan keuangan Netflix, akun Twitter resmi Netflix membuat kicauan, "Tidur adalah musuh terbesar kami."
 
 
Sayangnya, Hastings tidak menjelaskan tentang persaingan terkait konten. Kompetisi antara penyedia video-on-demand tidak melulu tentang jumlah pelanggan baru atau lama waktu yang pelanggan habiskan untuk menonton film, tapi juga tentang bagaimana sebuah perusahaan dapat mendapatkan konten. 
 
Misalnya, Netflix saat ini punya perjanjian eksklusif dengan Disney. Sementara Amazon menghabiskan uang banyak untuk memberikan sekuel dari Top Gear. Hal ini memang bukan masalah untuk orang yang punya kedua akun layanan tersebut. Jika seseorang hanya bisa memiliki satu akun, mereka harus memilih konten apa yang lebih mereka inginkan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA