Muhammad Ray Ramadhan - Head of DevSecOps, Firoos Ghatfaan Ramadhan
Muhammad Ray Ramadhan - Head of DevSecOps, Firoos Ghatfaan Ramadhan

Cara ITSEC Asia Dukung Talenta Muda dan Inovasi AI Demi Ketahanan Siber Nasional

Mohamad Mamduh • 20 Mei 2026 17:42
Ringkasnya gini..
  • Dukungan tersebut diberikan melalui Cyber Talent Indonesia Scholarship Program untuk menunjang riset dan kemampuan teknis Firoos.
  • Solusi ini bertujuan memberikan perlindungan terpusat bagi sektor bisnis dan pendidikan.
  • ​Patrick berharap langkah ini dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berinovasi demi masa depan kedaulatan digital Indonesia.
Jakarta: ITSEC Asia memberikan dukungan bagi talenta lokal serta pengembangan solusi keamanan digital berbasis teknologi AI yang adaptif. Salah satu fokus utama perusahaan adalah mempercepat pengembangan talenta keamanan siber.
 
Sebagai bentuk apresiasi, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan, pelajar berusia 14 tahun asal Subang. Firoos menjadi sorotan setelah berhasil mengidentifikasi kerentanan keamanan pada platform berskala global, membuktikan bahwa potensi talenta muda Indonesia mampu bersaing di level internasional.
 
Dukungan tersebut diberikan melalui Cyber Talent Indonesia Scholarship Program untuk menunjang riset dan kemampuan teknis Firoos. President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menekankan bahwa tantangan siber saat ini bukan sekadar masalah teknologi, melainkan juga kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, Indonesia perlu membangun ekosistem serius agar talenta muda seperti Firoos terus berkembang dan berkontribusi bagi ketahanan nasional.

Sejalan dengan misi tersebut, ITSEC Asia melalui anak perusahaannya, Cyber & AI Academy, terus berupaya menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga ahli. Perusahaan percaya bahwa investasi pada talenta dan teknologi harus berjalan beriringan untuk menghadapi lanskap ancaman digital yang semakin kompleks.
 
Selain pengembangan SDM, ITSEC Asia memperkenalkan inisiatif solusi berbasis AI yang dirancang untuk mendukung sistem pertahanan digital yang lebih otonom. Dalam kesempatan yang sama, perusahaan meluncurkan pengembangan IntelliBroń Aman versi Enterprise dan School.
 
Solusi ini bertujuan memberikan perlindungan terpusat bagi sektor bisnis dan pendidikan. Hingga saat ini, IntelliBroń Aman telah diunduh lebih dari 200 ribu kali, mencerminkan relevansi teknologi lokal dalam menjawab kebutuhan keamanan berbagai sektor.
 
ITSEC Asia, yang kini didukung oleh lebih dari 400 ahli di berbagai negara, terus memantapkan posisinya sebagai pemimpin industri. Melalui inovasi seperti platform IntelliBroń, perusahaan berkomitmen mempercepat transformasi digital Indonesia yang aman dan adaptif.
 
Patrick berharap langkah ini dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berinovasi demi masa depan kedaulatan digital Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA