Garena, raksasa pengembang dan penerbit game global, resmi membuka ajang Garena Game Jam 3 di BINUS University (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)
Garena, raksasa pengembang dan penerbit game global, resmi membuka ajang Garena Game Jam 3 di BINUS University (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)

Kolaborasi Garena dan BINUS University Hadirkan Transformasi Talenta

Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Februari 2026 22:53
Ringkasnya gini..
  • Industri game Indonesia sedang memasuki babak baru dalam pengembangan talenta digital.
  • Gelaran Garena Game Jam 3 yang diadakan di BINUS University pada 6-8 Februari 2026
  • Penyelenggaraan di Kampus Anggrek BINUS University menjadi simbol bahwa institusi pendidikan semakin terbuka untuk menjadi pusat inkubasi talenta.
Jakarta: Industri game Indonesia sedang memasuki babak baru dalam pengembangan talenta digital. Melalui gelaran Garena Game Jam 3 yang diadakan di BINUS University pada 6-8 Februari 2026, kolaborasi antara sektor industri dan akademisi ini bertujuan untuk mendorong transformasi besar, yaitu mengubah generasi muda Indonesia dari sekadar penikmat menjadi pencipta teknologi tingkat dunia.
 
Kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan praktis industri sering kali menjadi tantangan. Namun, melalui kemitraan dengan BINUS University sebagai host partner, Garena Game Jam 3 hadir sebagai ruang laboratorium nyata bagi mahasiswa.
 
Dekan School of Computer Science BINUS University, Derwin Suhartono menekankan bahwa ajang ini memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat relevan dan turut mengapresiasi Garena Game Jam sebagai ruang kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan. 

“Melalui ajang ini, mahasiswa dan talenta muda mendapatkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan industri, tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga kreativitas, problem solving, serta kolaborasi lintas disiplin yang dibutuhkan industri game dan teknologi masa depan,” ujarnya.
 
Salah satu nilai tambah yang membedakan edisi kali ini adalah kehadiran tim Global Game Incubation dan Global Game Developer dari Garena secara langsung. Mereka memberikan pendampingan dan mentoring intensif kepada 150 peserta terpilih selama 48 jam penuh.
 
Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, menjelaskan bahwa keterlibatan tim global ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang. Dengan berbagi kapabilitas global, Garena ingin memastikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki standar kemampuan yang siap bersaing di pasar internasional.
Visi kolaborasi ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital & Teknologi Kemenekraf RI, menyebut ajang ini sebagai langkah nyata dalam mendorong transformasi ekonomi kreatif Indonesia.
 
“Melalui Garena Game Jam 3, kita melihat semangat generasi developer yang tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pencipta. Ini adalah langkah nyata dalam mendorong transformasi Indonesia dari consumer menjadi kreator dalam industri digital,” ujar Neil.
 
Tidak hanya BINUS dan Garena, acara ini juga didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi Game Indonesia (AGI), hingga Google. Sinergi ini menciptakan ekosistem yang sehat bagi para fresh graduate dan mahasiswa untuk membangun jejaring profesional sejak dini.
 
Penyelenggaraan di Kampus Anggrek BINUS University menjadi simbol bagaimana institusi pendidikan kini semakin terbuka untuk menjadi pusat inkubasi talenta digital yang responsif terhadap tren global. 
 
(Fany Wirda Putri)
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA