Garena, raksasa pengembang dan penerbit game global, resmi membuka ajang Garena Game Jam 3 di BINUS University (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)
Garena, raksasa pengembang dan penerbit game global, resmi membuka ajang Garena Game Jam 3 di BINUS University (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)

Garena Game Jam 3 Tantang Developer Muda Bikin Game dalam Waktu 48, Hadiah Rp30 Juta!

Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Februari 2026 21:45
Ringkasnya gini..
  • Garena menggelar Garena Game Jam 3 di BINUS University,
  • Peserta Garena Game Jam 3 ditantanguntuk mengubah ide mentah menjadi prototipe game dalam waktu 48 jam.
  • Pemenang utama akan mendapatkan kesempatan langka untuk masuk ke dalam program inkubasi game Garena Indonesia.
Jakarta: Adrenalin para pengembang game muda Indonesia kembali dipacu. Garena, raksasa pengembang dan penerbit game global, resmi membuka ajang Garena Game Jam 3 di BINUS University, Jakarta, pada 6-8 Februari 2026. Dengan mengusung tema besar "Reinvent the Game", kompetisi ini menantang 150 kreator muda terpilih untuk membuktikan kreativitas mereka di bawah tekanan waktu yang ekstrem.
 
Berbeda dengan pembuatan game komersial yang memakan waktu berbulan-bulan, para peserta Garena Game Jam 3 hanya diberikan waktu 48 jam untuk mengubah ide mentah menjadi prototipe game yang dapat dimainkan. Kejutan terjadi saat acara dimulai, di mana panitia mengumumkan tema kompetisi tahun ini adalah "Nothing Works As Expected".
 
Tema ini menuntut peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga fresh graduate untuk berpikir di luar nalar dan menciptakan mekanik game yang unik serta tidak terduga.

Bagi para developer muda, ajang ini bukan sekadar perlombaan biasa. Garena telah menyiapkan total hadiah senilai Rp30 juta bagi tim pemenang. Namun, nilai sebenarnya jauh lebih besar dari sekadar uang tunai.
 
Pemenang utama akan mendapatkan kesempatan langka untuk masuk ke dalam program inkubasi game Garena Indonesia. Dalam program ini, mereka akan mendapatkan pendampingan intensif dari tim Garena Indonesia, akses ke kapabilitas global untuk pengembangan produk lebih lanjut, serta peluang penerbitan jika game tersebut dinilai memiliki potensi pasar yang kuat. Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh menegaskan bahwa acara ini adalah wujud komitmen jangka panjang Garena dalam memperkuat talenta lokal. Bukti nyatanya bisa dilihat dari Tim Flying Dutchman asal ITB, pemenang Garena Game Jam 2. Melalui bimbingan Garena, mereka berhasil membawa game buatan mereka, Rota Sella, ke ajang internasional Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 dan membangun jejaring dengan praktisi dunia.
 
“Keterlibatan tim Garena secara global pada edisi kali ini mencerminkan upaya kami berbagi pengalaman untuk memperkuat kesiapan talenta muda Indonesia menghadapi industri,” ujar Hans Saleh.
 
Kompetisi ini juga didukung penuh oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, Asosiasi Game Indonesia (AGI), hingga raksasa teknologi Google. Dengan adanya mentoring langsung dari tim Global Game Incubation, Garena Game Jam 3 menjadi batu loncatan tercepat bagi anak muda Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar pemain menjadi pencipta game kelas dunia.
 
(Fany Wirda Putri)
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA