Banu Pribadi, Head of Group Product Integration Samsung R&D Institute Indonesia bersama Team Outliers Dari Universitas Kristen Satya Wacana (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)
Banu Pribadi, Head of Group Product Integration Samsung R&D Institute Indonesia bersama Team Outliers Dari Universitas Kristen Satya Wacana (Foto: Medcom.id/Fany Wirda)

Strategi Keberlanjutan Tim Terbaik SIC Batch 7

Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 Februari 2026 19:17
Ringkasnya gini..
  • Fokus utama program ini adalah memastikan bahwa inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai purwarupa.
  • Samsung mendorong agar inovasi tersebut terus berevolusi melalui riset mendalam dan pengembangan teknis yang adaptif.
  • Semangat inilah yang melandasi langkah strategis Team Lumyx dan Team Outliers.
Jakarta: Bagi Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7, pengumuman pemenang bukanlah akhir, melainkan titik awal dari sebuah perjalanan panjang. Fokus utama program ini adalah memastikan bahwa inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai purwarupa (prototype), melainkan terus berkembang menjadi solusi yang matang dan siap menjawab tantangan pasar.
 
Fokus utama pasca-program ini adalah memastikan bahwa purwarupa (prototype) yang telah dibangun dengan penuh perjuangan oleh para peserta tidak berakhir di meja penjurian. Sebaliknya, Samsung mendorong agar inovasi tersebut terus berevolusi melalui riset mendalam dan pengembangan teknis yang adaptif. 
 
Semangat inilah yang melandasi langkah strategis Team Lumyx dan Team Outliers dalam membawa karya mereka melampaui batas ruang kelas menuju implementasi dunia nyata.

Banu Pribadi, Head of Group Product Integration Samsung R&D Institute Indonesia, menekankan bahwa keberlanjutan sebuah produk sangat bergantung pada kemampuannya beradaptasi dengan pasar.
 
"Pasar teknologi sangat dinamis, di mana tren bisa berubah drastis hanya dalam waktu dua bulan. Melalui pembekalan AI dan upaya memangkas knowledge gap dalam program ini, kami mempersiapkan peserta agar memiliki mentalitas 'selangkah lebih maju' dalam melihat peluang pasar," ujar Banu.
 
Team Lumyx dari SMA Darma Yudha tidak ingin ALEX hanya terjebak di dalam layar ponsel. Langkah keberlanjutan yang mereka usung adalah melakukan lompatan dari perangkat lunak ke perangkat keras.
 
Tim berencana menambahkan komponen roda dan tangan pada perangkat ALEX .Dengan memberikan kemampuan mobilitas fisik, ALEX diproyeksikan menjadi pendamping AI yang lebih aktif dan mandiri, mampu bergerak mendekati pengguna, serta membantu tugas-tugas fisik sederhana di masa depan.
Untuk Team Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana, keberlanjutan aplikasi Physiotrack akan difokuskan pada penguatan riset di tingkat perguruan tinggi. Membawa Physiotrack ke laboratorium riset kampus untuk memantapkan algoritma rehabilitasi pasca-stroke.
 
Dengan memanfaatkan ekosistem universitas, aplikasi ini akan terus disempurnakan secara medis dan teknis agar menjadi asisten pintar yang benar-benar teruji untuk memantau pasien secara jarak jauh dengan tingkat akurasi yang lebih tingg
 
Rencana pengembangan ALEX menjadi asisten robotik dan pendalaman riset Physiotrack di universitas menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki komitmen tinggi terhadap keberlanjutan inovasi. Dengan bimbingan yang tepat, solusi-solusi ini diharapkan tidak hanya menjadi sejarah di ajang kompetisi, tetapi benar-benar hadir untuk mempermudah hidup banyak orang di masa depan.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA