Mengutip Ubergizmo, lensa ini menawarkan kemampuan lebih baik dari sebagian besar lensa telefoto konsumer yang tersedia di pasar. Canon RF800mm terdiri dari 26 elemen dalam 18 grup, lebih baik jika dibandingkan dengan pendahulunya yang terdiri dari 18 elemen dalam 14 grup.
Sementara itu, RF1200mm terdiri dari 26 elemen dalam 18 grup, menawarkan stabilisasi empat stop, tiga mode IS, dan filter drop-in 52mm. Lensa ini ditujukan untuk fotografer profesional yang membutuhkan lensa telefoto untuk obyek berjarak jauh dan tidak dapat didekati, seperti memotret alam liar atau acara olahraga.
Canon memasarkan RF800mm dengan harga USD17.000 (Rp244,1 juta) sedangkan RF1200 seharga USD20.000 (Rp287,4 juta), dan tersedia untuk dibeli mulai bulan akhirnya Mei 2022 mendatang.
Sebelumnya, blog CanonRumors menggarisbawahi wawancara dengan ketua dan CEO Canon Fujio Mitarai dengan Yomiuri Shimbun. Blog ini menggarisbawahi kamera mirrorless berlensa lepas-tukar high-end telah mengambil pangsa pasar kamera Digital Single-Lens Reflex (DSLR) yang sebelumnya mendominasi.
Pada wawancara, Mitarai menyebut kebutuhan pasar beralih dengan cepat ke arah kamera mirrorless. Dengan demikian, Canon terus menggerakan konsumen ke arah kamera mirrorless. Artikel tersebut mengonfirmasi bahwa Mark III merupakan model terakhir pada seri unggulan Canon EOS-1.
Sementara itu, produsen printer ternama Canon mengakui bahwa bisnisnya ikut terdampak kelangkaan semikonduktor. Terungkap bahwa komponen tersebut ternyata digunakan pada produk catridge toner atau kotak penampung tinta yang selama ini dijual di pasar.
Semikonduktor digunakan Canon sebagai chip untuk identifikasi keaslian cartridge toner yang digunakan termasuk dukungan fitur di dalam printer, misalnya deteksi kapasitas tinta dan berapa banyak dokumen yang bisa dicetak berdasarkan kapasitas tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News