Jejak oksigen tersebut dinilai sangat penting untuk mengungkap berbagai misteri alam semesta, termasuk mengenai terbentuknya jagat raya dan teori mengenai kehidupan lain selain di Bumi.
Salah satu keunikan oksigen yang terdapat di galaksi SXDF-NB1006-2 adalah umurnya yang sangat tua. Imuwan memperkirakan oksigen tersebut pertama kali muncul 700 juta tahun setelah lahirnya alam semesta.
Jejak oksigen yang baru ditemukan kali ini juga termasuk sangat langka, karena hingga saat ini ilmuwan memperkirakan bila tidak ada elemen berat seperti oksigen pada 700 juta tahun setelah lahirnya alam semesta. Saat itu, alam semesta diperkirakan hanya terdiri dari elemen ringan seperti lithium, hidrogen, dan helium.
Oksigen baru terbentuk setelah bintang mulai bermunculan di alam semesta. Melalui rekasi fusi antara berbagai elemen ringan pada bintang, oksigen baru muncul ke alam semesta.
Keberadaan oksigen di galaksi SXDF-NB1006-2 diharapkan bisa membuka cakrawala baru manusia terhadap alam semesta. Ilmuwan masih meneliti galaksi SXDF-NB1006-2 dan keberadaan oksigen di dalamnya menggunakan teleskop Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA) di Chile.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News