Mengutip GSM Arena, Samsung menghadirkan keyboard ini dengan desain premium berbahan aluminium dan engsel logam kokoh. Material tersebut tidak hanya memberikan kesan elegan, tetapi juga meningkatkan daya tahan saat digunakan sehari-hari.
Keyboard ini juga dirancang menyatu dengan tablet, sehingga saat dipasang, perangkat bisa dilipat layaknya laptop konvensional. Berbeda dari keyboard sebelumnya, versi Pro ini sudah dilengkapi trackpad berukuran besar, memungkinkan navigasi lebih presisi tanpa perlu mouse tambahan.
Selain itu pada keyboard tersebut, Samsung juga menyematkan tombol khusus Galaxy AI untuk akses cepat fitur berbasis AI dan tombol fungsi tambahan yang bisa dikustomisasi, serta hadir dengan layout keyboard penuh untuk pengalaman mengetik lebih nyaman.
Kombinasi ini membuat tablet lebih siap digunakan untuk multitasking dan pekerjaan produktif. Salah satu keunggulan utama perangkat ini adalah penggunaan konektor Pogo Pin, memungkinkan keyboard terhubung langsung ke tablet tanpa Bluetooth atau baterai internal.
Dengan konektor Pogo Pin ini berarti pengguna tidak perlu melakukan proses pairing, tidak perlu isi daya keyboard, dan perangkat berkemampuan untuk melakukan sinkronisasi secara otomatis. Pendekatan ini dinilai pengamat menyuguhkan pengalaman penggunaan lebih praktis dan efisien.
Keyboard ini juga diklaim dirancang untuk bekerja optimal dengan fitur Samsung DeX, berkemampuan mengubah antarmuka Android menjadi tampilan desktop. Dengan kombinasi keyboard, trackpad, dan DeX, Galaxy Tab S11 Ultra dapat berfungsi layaknya laptop ringan untuk mengetik dokumen, mengedit konten dan multitasking antar aplikasi.
Kendati menawarkan fitur lengkap, harga menjadi salah satu sorotan utama. Keyboard ini dibanderol sekitar USD399 (Rp6,7 juta) di pasar Amerika Serikat, dan sekitar USD280 (Rp4,8 juta) di beberapa pasar Asia. Harga tersebut tergolong tinggi, bahkan mendekati aksesori premium seperti keyboard milik tablet flagship lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News