"Sebelum-sebelumnya selalu dua generasi sebelumnya yang paling banyak beli. Waktu S25 Ultra launching, S23 yang paling besar. Sekarang justru S25-nya yang paling besar," ujar MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Ilham Indrawan.
Fenomena ini menjadi indikasi kuat bahwa peningkatan yang dibawa Samsung pada generasi terbaru dinilai cukup signifikan untuk mendorong upgrade lebih cepat dari biasanya. Dalam peluncuran seri Galaxy S sebelumnya, Samsung umumnya melihat lonjakan pembelian dari pengguna dua generasi di bawah.
Namun pada Galaxy S26 Ultra, pola tersebut berubah. Pengguna Galaxy S25 Ultra justru mendominasi angka upgrade, melampaui pengguna S23 atau generasi lebih lama. Kondisi ini disebut sebagai anomali karena mematahkan tren yang selama ini konsisten terjadi di lini Galaxy S.
Salah satu alasan utama di balik fenomena ini adalah kehadiran fitur baru yang tidak bisa dihadirkan hanya melalui pembaruan software. Salah satunya adalah teknologi Privacy Display, membatasi sudut pandang layar agar tidak mudah dilihat dari samping.
Selain itu, desain perangkat juga mengalami perubahan dengan bentuk lebih ramping dan sudut lebih membulat, memberikan kenyamanan penggunaan yang lebih baik. Kombinasi peningkatan hardware dan desain ini membuat pengguna merasa upgrade menjadi lebih sepadan.
Samsung juga mencatat peningkatan jumlah pre-order dibandingkan generasi sebelumnya. Program pemesanan awal untuk Galaxy S26 Series bahkan disebut melampaui capaian Galaxy S25. Di antara semua varian, model Ultra tetap menjadi kontributor terbesar penjualan.
Kendati demikian, varian Plus dan Base tetap memiliki basis pengguna loyal dengan segmentasi berbeda. Perubahan menarik juga terlihat dari preferensi warna. Untuk pertama kalinya, warna Cobalt Violet mengungguli warna hitam sebagai pilihan terlaris.
Selain itu, komposisi pengguna mulai bergeser dengan meningkatnya jumlah pembeli perempuan di seri Ultra. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik flagship kini tidak lagi didominasi oleh satu segmen pengguna saja.
Dalam persaingan pasar flagship yang kian ketat, Samsung menempatkan Galaxy AI sebagai keunggulan utama. Fitur seperti generative edit, prompting berbasis bahasa alami, hingga call screening memberikan nilai tambah yang sulit disaingi kompetitor.
Kombinasi peningkatan hardware dan kecanggihan AI inilah yang membuat pengguna merasa kenaikan harga tetap sepadan dengan pengalaman yang ditawarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News