Penurunannya mencapai tujuh persen dituding disebabkan oleh inflasi serta ketersediaan smartphone dengan harga terjangkau yang minim. Canalys juga merilis lima besar merek smartphone yang menguasai pangsa pasar (market share) di Indonesia.
Indonesia sebagai pangsa pasar smartphone terbesar di Asia Tenggara dikuasai oleh Samsung sebanyak 20 persen. Hal yang menarik adalah Canalys mengklaim realme yang sebelumya di peringkat kelima kini tergeser keluar dari posisi lima besar.
Hal yang menarik justru merek Trassion menggantikan posisi realme dengan menguasai 13 persen pangsa pasar Indonesia. Siapa sih merek Transsion? Kenapa mereka disebut agresif di Indonesia dengan produk Infinix?
Transsion atau Transsion Holding merupakan merek smartphone asal Shenzhen, Tiongkok, didirikan oleh George Zhu. Di bawah Transsion ada tiga merek smartphone yaitu Infinix, Tecno, dan Itel. Semuanya sudah masuk Indonesia, tapi memang Infinix jauh lebih dikenal.
Informasi yang dikumpulkan mengklaim bahwa Transsion sendiri merupakan produsen smartphone dengan penjualan terbesar di Afrika sejak tahun 2017. Infinix sebelum masuk dan sempat meredup di Indonesia juga sudah besar di kawasan tersebut.
Infinix berani menawarkan smartphone dengan spesifikasi tinggi dibandingkan saudaranya yaitu Tecno dan Itel. Kedua saudaranya lebih membidik pasar smartphone kelas menengah ke bawah dan entry-level.
Di Indonesia Infinix kini kembali agresif dengan meluncurkan smartphone baru dalam rentang waktu berdekatan. Mereka juga tengah menyiapkan rangkaian turnamen esports untuk promosi performa gaming smartphone buatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News