Mengutip GSM Arena, total kesepakatan dari transaksi ini bernilai USD1,8 miliar, dan terbagi menjadi 60 persen pabrik akan dimiliki oleh CSOT, 10 persen oleh TCL, sedangkan 30 persen lainnya diserahkan kepada pemerintah Suzhou.
Pabrik ini memproduksi sebanyak 27 persen dari total keseluruhan produksi panel LCD karya Samsung Display, dan sebagian besar panel ini ditujukan untuk televisi dan monitor. Langkah ini merupakan konfirmasi dari laporan sebelumnya, bahwa Samsung berupaya menghentikan bisnis LCD dan akan kembali terfokus pada layar quantum dot.
Korea Herald melaporkan bahwa pabrik ini memiliki lini produksi generasi 8,5 dan satu lini generasi 11, dan berencana untuk mulai kembali proses manufaktur pada awal tahun 2021 mendatang. Laporan ini juga mengungkap bahwa Samsung Display kembali berinvestasi sebesar USD723 juta (Rp10,5 triliun).
Investasi ini diberikan kepada perusahaan terkait TCL, dan ditujukan untuk mengakuisisi 12,33 persen saham mereka. Sebelumnya, Samsung juga dilaporkan Samsung tengah bersiap untuk memindahkan lini produksinya dalam jumlah besar ke India.
Menurut sumber yang dikutip media tersebut, Samsung telah mengungkapkan rencana ini kepada pemerintah India. Rencana tersebut disampaikan melalui dokumen Production Linked Incentive (PLI) untuk memproduksi ponsel dengan nilai lebih dari USD40 miliar (Rp594,04 triliun), selama lima tahun mendatang di India.
Sebagian besar ponsel yang diproduksi di Inda akan dipasarkan dengan harga di atas USD200 (Rp2,9 juta) dan ditujukan untuk diekspor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News