Layar smartphone yang tergores bahkan pecah sudah menjadi ancaman yang harus siap dihadapi.
Layar smartphone yang tergores bahkan pecah sudah menjadi ancaman yang harus siap dihadapi.

Mustahil Ada Layar Ponsel Anti-Pecah

Cahyandaru Kuncorojati • 17 Desember 2017 17:59
Jakarta: Layar tang tergores maupun pecah sudah jadi ancaman yang harus dihadapi pengguna smartphone. Sebagian dari kita mungkin pernah berpikir, apakah suatu hari nanti ada smartphone yang layarnya tidak tergores atau pecah sama sekali?
 
Jawabannya adalah mustahil. Jawaban ini diperoleh dari Digital Trends yang mewawancarai Vice President & General Manager Corning John Bayne. Corning adalah perusahaan pencipta panel Gorilla Glass yang sering dijumpai pada smartphone.
 
"Tujuan perusahaan kami adalah menciptakan material yang bisa melapisi dan membuat lapisan kaca yang anti gores dan anti pecah. Setidaknya sudah 10 tahun kami bekerja untuk menghasilkannya," tutur Bayne. Corning Gorilla Glass sendiri sudah digunakan pada lebih dari 5 juta perangkat.

Bayne menjelaskan, secara prinsip sebuah lapisan kaca sekuat apapun tetap akan pecah karena dampak fisik yang diberikan terhadap material tersebut. Memang tidak mungkin menciptakan lapisan material kaca yang anti pecah, sejauh ini yang bisa dilakukan adalah membuatnya semakin kuat.
 
"Ketika sebuah material kaca pecah itu terjadi karena adanya retakan yang menciptakan material tersebut kemudian saling menekan dan akhirnya pecah. Goresan juga bisa membuat sebuah lapisan kaca menipis dan akhirnya pecah. Tekanan yang sangat keras terhadap material juga berakibat pecah," beber Bayne.
 
Pada dasarnya secara hukum alam Bayne menegaskan bahwa mustahil ada lapisan material kaca yang anti pecah maupun gores. Namun, belakangan Bayne mulai dibuat pusing akibat tren desain smartphone yang diajukan oleh vendor.
 
"Mereka ingin membuat perangkat setipis mungkin tapi di satu sisi ingin agar lapisan material kaca yang digunakan semakin tahan terhadap goresan dan anti-pecah," ungkap Bayne. Hal ini menurutnya tidak bisa hadir bersamaan.
 
Apalagi kini semakin banyak vendor yang ingin memiliki dezain bezel-less dan layar melengkung. Alhasil keputusan antara memprioritaskan desain atau daya tahan lapisan material kaca menjadi sangat krusial menurut Bayne.
 
Dari hasil surver perusahaan O2 di Inggris, separuh pemilik smartphone di negaranya merusak layar setidaknya sekali. Kemudian, 20 persen di antaranya rela menggunakan smartphone dengan layar yang pecah lebih dari 6 bulan.
 
Dampaknya, 14 persen dari mereka sempat mengalami cedera atau luka akibat layar smartphone yang telah pecah tersebut. Hasil riset serupa juga dilakukan oleh Motorola di tahun 2015.
 
50 persen pengguna smartphone di dunia pasti pernah mengalami lapisan kaca layarnya pecah dan 23 persen dari merelakan hal tersebut dengan terus menggunakannya meski terganggu dengan layar yang pecah.
 
Setiap desain smartphone memiliki kelebihan dan kekurangan terhadap bagian lain dari smartphone tersebut. Hal ini seharusnya disadari dan dipahami oleh vendor maupun konsumen ketika memilih smartphone.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA