Platform tersebut mendorong banyak pengguna mencari perangkat dengan fitur stabilizer video agar hasil rekaman terlihat lebih halus dan profesional tanpa perlu alat tambahan. Sebagai informasi, dalam dunia kamera smartphone, stabilizer video umumnya terbagi menjadi dua jenis utama.
Pertama adalah OIS (Optical Image Stabilization), teknologi berbasis hardware yang bekerja dengan menggerakkan modul lensa secara fisik untuk meredam getaran saat merekam video atau mengambil foto.
Kedua adalah EIS (Electronic Image Stabilization), teknologi berbasis software yang memproses gambar secara digital untuk mengurangi efek guncangan. Pada banyak smartphone modern, kedua teknologi ini sering dipadukan untuk menghasilkan video lebih stabil.
Xiaomi termasuk produsen yang aktif menghadirkan fitur stabilisasi video di berbagai segmen harga. Dari kelas entry-level hingga flagship premium, Xiaomi menyediakan sejumlah perangkat dengan kemampuan stabilizer yang dapat mendukung aktivitas pembuatan konten digital.
Xiaomi Redmi 15C 4G
Xiaomi Redmi 15C 4G menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang ingin mulai membuat konten video tanpa mengeluarkan biaya besar. Smartphone ini dijual di kisaran harga sekitar Rp2 jutaan dan sudah dilengkapi RAM 8GB serta penyimpanan internal 256GB.Untuk kebutuhan perekaman video, perangkat ini mengandalkan stabilizer berbasis software atau EIS. Teknologi tersebut membantu meredam getaran ketika merekam video menggunakan tangan, sehingga hasil rekaman terlihat lebih stabil dibandingkan tanpa stabilisasi sama sekali.
Dengan kombinasi harga terjangkau dan kapasitas memori cukup besar, Redmi 15C 4G cocok untuk pemula yang ingin mencoba membuat konten video di media sosial.
Xiaomi 15T Pro

Xiaomi 15T Pro hadir sebagai perangkat kelas menengah atas dengan kemampuan kamera lebih canggih. Smartphone ini dibanderol sekitar Rp9 juta hingga Rp11 juta, menawarkan konfigurasi RAM 12GB serta penyimpanan internal hingga 512GB.
Perangkat ini mengusung sistem stabilisasi kamera yang lebih maju, didukung mode video malam untuk meningkatkan kualitas rekaman dalam kondisi minim cahaya. Selain itu, Xiaomi 15T Pro juga dilengkapi teknologi pengisian daya ultra cepat memungkinkan baterai terisi dalam waktu singkat.
Kombinasi fitur tersebut membuat perangkat ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan kualitas video mendekati level profesional.
Xiaomi 17 Pro Max
Xiaomi 17 Pro Max merupakan smartphone flagship premium yang dipasarkan mulai dari sekitar Rp21 jutaan. Perangkat ini saat ini hanya tersedia di pasar Tiongkok, namun spesifikasinya menunjukkan fokus besar Xiaomi pada kemampuan fotografi dan videografi.Smartphone ini dilengkapi tiga kamera utama 50MP hasil kolaborasi dengan Leica. Sistem kamera tersebut menggunakan sensor besar dengan teknologi LOFIC memungkinkan rentang dinamis mencapai hingga 16,5 EV.
Selain itu, Xiaomi 17 Pro Max juga menggabungkan teknologi stabilizer modern dengan pemrosesan gambar canggih untuk menghasilkan video lebih stabil dan detail. Perangkat ini sangat cocok bagi kreator konten yang membutuhkan kualitas gambar tingkat premium.
Xiaomi MIX Flip 2
Xiaomi MIX Flip 2 menjadi opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone lipat dengan kemampuan kamera mumpuni. Perangkat ini dijual di kisaran Rp11 juta hingga Rp13,5 juta dan memiliki desain ringan dengan bobot sekitar 199 gram serta ketebalan hanya 7,57 mm.Kamera utamanya menggunakan sensor 50MP Leica Summilux yang sudah dilengkapi stabilizer untuk membantu menghasilkan video lebih stabil. Smartphone ini juga ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite berbasis proses fabrikasi 3 nm, dipadukan dengan baterai berkapasitas 5.165 mAh.
Untuk pengisian daya, MIX Flip 2 mendukung fast charging 67W serta wireless charging 50W. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai ketersediaannya di pasar Indonesia.
Poco F7 Pro
Poco F7 Pro menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan performa tinggi sekaligus kemampuan video stabil dengan harga relatif kompetitif. Smartphone ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp7,3 jutaan.Perangkat ini dilengkapi layar AMOLED QHD+ berukuran 6,67 inci dengan refresh rate 120 Hz serta dukungan Dolby Vision dan HDR10+. Kamera utamanya menggunakan sensor 50MP dengan aperture f/1.6 yang sudah dilengkapi teknologi OIS untuk menjaga stabilitas video.
Poco F7 Pro ditenagai chipset Snapdragon 8 Gen 3, dipadukan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal hingga 512 GB. Baterainya berkapasitas 6.000 mAh dan mendukung fast charging 90W berkemampuan mengisi daya penuh dalam waktu sekitar 37 menit. Spesifikasi tersebut membuatnya menjadi perangkat yang menarik untuk pembuatan konten video berkualitas.
Xiaomi menawarkan berbagai pilihan smartphone dengan fitur stabilizer video di berbagai segmen harga. Dari Redmi 15C 4G yang terjangkau bagi pemula, hingga perangkat flagship seperti Xiaomi 17 Pro Max dan MIX Flip 2 yang menawarkan teknologi kamera lebih canggih.
Keberadaan stabilizer video kini menjadi fitur penting bagi pengguna yang aktif membuat konten digital. Dengan teknologi seperti OIS dan EIS, pengguna dapat menghasilkan video lebih stabil dan nyaman ditonton tanpa perlu menggunakan perangkat stabilisasi tambahan.
Pada akhirnya, pilihan smartphone dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran pengguna, apakah untuk sekadar membuat konten kasual di media sosial atau menghasilkan video dengan kualitas profesional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News