Influencer asal Tiongkok kehilangan sekitar 140 ribu followers setelah filter kecantikan andalan error saat live streaming.
Influencer asal Tiongkok kehilangan sekitar 140 ribu followers setelah filter kecantikan andalan error saat live streaming.

Cakepnya Error Pas Live, Streamer Tiongkok Kehilangan 140 Ribu Follower

Lufthi Anggraeni • 25 Februari 2026 11:15
Ringkasnya gini..
  • Influencer Tiongkok dilaporkan kehilangan sekitar 140 ribu pengikut setelah filter kecantikan yang digunakannya error saat siaran langsung dan wajah aslinya sempat terlihat.
  • Insiden tersebut memicu reaksi keras di media sosial, termasuk kritik atas ketergantungan pada tampilan yang dimanipulasi dan dukungan terhadap penampilan alami.
  • Kejadian ini memicu perdebatan tentang standar kecantikan dan autentisitas visual online, serta tekanan yang dihadapi kreator dalam mempertahankan citra sempurna.
Jakarta: Influencer asal Tiongkok dikabarkan kehilangan sekitar 140 ribu pengikut dalam hitungan singkat setelah filter kecantikan yang selama ini digunakannya mengalami gangguan teknis saat siaran langsung atau livestream, sehingga wajah aslinya sempat terlihat oleh penonton.
 
Peristiwa ini langsung menjadi viral dan memicu perdebatan luas mengenai standar kecantikan serta keaslian citra di media sosial. Kejadian bermula ketika sang kreator sedang melakukan siaran langsung sambil berinteraksi dengan penonton.
 
Namun pada suatu momen, filter yang biasa digunakan untuk menghaluskan kulit dan menghasilkan tampilan sempurna tiba-tiba tidak berfungsi selama beberapa detik. Selama jendela waktu singkat tersebut, wajah asli sang influencer yang menunjukkan tekstur kulit lebih natural.

Selain itu, gangguan teknis pada filter juga menampilkan ciri fisik yang tidak dimanipulasi tampil jelas di layar sebelum filter kembali aktif secara tidak stabil. Insiden ini mendapatkan respons cepat dari warganet dan komunitas online.
 
Banyak pengguna media sosial mengecam fenomena tersebut sebagai bentuk penipuan visual kepada pengikut yang selama ini terbiasa dengan versi tampilan yang telah dipoles. Kritik terutama menyasar ketergantungan budaya pada penampilan yang disempurnakan secara digital sehingga menciptakan standar kecantikan tidak realistis.
 
Namun di sisi lain, sejumlah netizen juga membela influencer tersebut, menyatakan bahwa penampilannya tetap menarik tanpa sentuhan filter dan menyerukan penghentian tekanan terhadap citra tubuh ideal tidak alami.
 
Peristiwa ini mencerminkan ketatnya tuntutan estetika di sejumlah platform media sosial populer di Asia Timur, di mana gambar dan video yang dipublikasikan sering kali disaring melalui efek visual untuk meminimalkan ketidaksempurnaan.
 
Momen ini juga mengundang diskusi lebih luas tentang tekanan psikologis yang dialami kreator konten dan pengikutnya dalam menjaga citra digital ideal, serta respons terhadap realitas fisik sering kali berbeda tajam dari harapan publik.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA