Mengutip Android Police, kebocoran ini tergolong kecil jika dibandingkan insiden lain sebelumnya, mengungkap 270 alamat email. Email tersebut diperkirakan dikirimkan kepada pelanggan yang mendaftarkan diri untuk survei pengalaman pengguna OnePlus terkait dengan update 10.5.11.
Jumlah pasti dari alamat email akibat kelalaian OnePlus ini belum diketahui, dan hanya diketahui sebanyak ratusan. Hingga saat ini, OnePlus belum memberikan pernyataan resmi terkait dengan insiden tersebut.
Pada bulan November tahun 2019 lalu, OnePlus mengungkap kebocoran data besar, menampilkan informasi seperti nama, nomor kontak, email dan alamat pengiriman produk. OnePlus menyebut peretas mendapatkan akses ke pesanan pelanggan di masa lalu.
Informasi yang terungkap termasuk informasi detail seperti nama, kontak, email dan alamat pengiriman pelanggan, namun tidak mengungkap password atau informasi finansial. Sebelumnya, OnePlus melaporkan pembobolan keamanan pertamanya.
Pada pembobolan tersebut, informasi terkait kartu kredit dari hampir sebanyak 40.000 pelanggan terungkap melalui situs resmi OnePlus. Sebagai pengingat, OnePlus memproduksi perangkat premium seperti 8 dan 8 Pro, dan memasuki segmen menengah via merek Nord di India dan Eropa.
Dan kebocoran data pribadi telah menjadi hal yang kerap terjadi selama beberapa tahun terakhir, didukung oleh temuan peneliti keamanan pada tahun lalu. Pada tahun 2019 lalu, peneliti keamanan menemukan bahwa alamat email dan informasi detail menyoal demografi dari lebih dari 80 juta pengguna merek di Amerika Serikat terkuak dari database tidak aman.
Dan pada bulan April lalu, informasi yang beredar menyebut bahwa jutaan data yang tercatat di Facebook mengalami kebocoran secara online pada database publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News