Sejumlah ahli menekankan bahwa robot tidak akan menggantikan peran manusia di berbagai bidang.
Sejumlah ahli menekankan bahwa robot tidak akan menggantikan peran manusia di berbagai bidang.

Robot tak akan Ganti Peran Manusia

Teknologi teknologi
Lufthi Anggraeni • 18 Januari 2020 14:52
Jakarta: Indonesia tengah dihebohkan oleh penggunaan robot pembersih lantai sebagai pekerja layanan kebersihan di Pondok Indah Mall. Hal ini disuarakan oleh salah satu aktor dan sutradara Indonesia Dennis Adhiswara via akun Twitter pribadinya.
 
Selain sambutan baik, hal ini turut memicu kegelisahan menyoal kondisi robot akan menggantikan peran manusia dalam berbagai pekerjaan. Kekhawatiran ini bukanlah hal baru, sebab pada awal popularitasnya di dunia, termasuk Indonesia, sejumlah pihak telah membahas hal ini.
 
Peningkatan popularitas penggunaan teknologi, termasuk robot, dalam melakukan pekerjaan manusia turut muncul saat para ahli industri dan ekonomi dunia menggandangkan Revolusi Industri 4.0.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Revolusi ini kian terdengar di Indonesia sejak Presiden Jokowi menjadikan pembangunan infrastruktur pendukungnya sebagai fokus selama periode kepemimpinan pertama. Memang tidak dapat dielakan bahwa pemanfaatan teknologi dan robot di era Revolusi 4.0 akan menghilangkan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia.
 
Namun sejumlah ahli menyebut, meski teknologi semakin baik berkat dukungan kecerdasan buatan (AI), teknologi tidak akan sepenuhnya menggantikan peran manusia di berbagai bidang. Karena manusia tetap diperlukan untuk melatih dan mengawasi teknologi dan robot dalam melakukan tugasnya.
 
Selain itu, robot dan AI merupakan buah karya manusia, sebagai alat yang dapat bekerja jika manusia memberikannya instruksi yang benar. Mengutip Forbes, hal ini mendorong manusia dan teknologi untuk dapat saling bekerja sama, dengan porsi manusia sebagai pengendali dan teknologi menyediakan hal yang diprogramkan oleh manusia.
 
Ide bahwa teknologi akan menggantikan manusia terkait kebutuhan berpikir kreatif, menyelesaikan masalah, kepemimpinan, kerja tim dan berinisiatif disebut sejumlah ahli tidak masuk akal.
 
Manusia justru dapat memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan dunia lebih baik untuk seluruh manusia lainnya. Meskipun demikian, kehadiran robot dalam mendisrupsi lapangan pekerjaan manusia telah terasa di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.
 
Teknologi telah mendisrupsi sejumlah industri, termasuk perbankan dan transportasi. Di industri perbankan, sejumlah bank telah memanfaatkan teknologi untuk menggantikan tugas petugas bank, terutama di kantor cabang di luar kota besar.
 
Hanya saja, sejumlah ahli menilai bahwa sejumlah industri seperti pariwisata yang identik dengan keramahtamahan belum cocok mengadopsi teknologi ini. Contoh lain menyebut bahwa mesin berbasis AI juga tidak dapat menggantikan peran manusia dalam membangun hubungan kuat dengan klien.
 
Selain itu, mesin berbasis AI juga dinilai belum dapat menggantikan peran manusia dalam memberikan produk dan layanan hebat yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, yang juga merupakan manusia.
 
Cerdas, namun teknologi AI masih belum dapat melakukan pekerjaan sebaik manusia seperti menyoal cara mendengarkan, memahami pentingnya empati, pengambilan perspektif dan nilai komunikasi serta kolaborasi, sebab AI dinilai akan gagal dalam hal ini.
 
Teknologi AI juga disebut belum bisa menggantikan peran manusia terkait dengan tenaga medis serta tenaga pengajar atau guru.Sebagai informasi pada Revolusi Industri 4.0 terdapat sejumlah komponen, termasuk perangkat mobile, platform Internet of Things (IoT), teknologi deteksi lokasi, antarmuka mesin ke manusia yang canggih, deteksi penipuan dan autentikasi.
 
Komponen lain juga termasuk pencetak 3D, sensor cerdas, analitik Big data dan algoritma canggih, interaksi konsumen multilevel dan memprofilan pelanggan, perangkat wearable dan Augmented Reality, komputasi Cloud, Edge, dan Fog, serta visualisasi daya dan pelatihan langsung dengan pemicu.
 
Utamanya, teknologi ini dikategorikan dalam empat komponen utama, yaitu sistem fisik-siber, IoT, komputasi Cloud dan komputasi kognitif. Keempat komponen utama ini mendefinisikan istilah Industri 4.0 atau pabrik cerdas.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif