Pragmata
Pragmata

Review Game

Pragmata, Main Game Bagus Itu Gak Harus Susah

Mohamad Mamduh • 20 April 2026 11:44
Ringkasnya gini..
  • Kisah dalam game ini bermula di masa depan yang tidak terlalu jauh.
  • Kita bisa beristirahat di The Shelter, sebuah tempat perlindungan bawah tanah yang berfungsi sebagai pusat perkembangan karakter.
  • Pragmata adalah bukti Capcom masih memiliki taji dalam menciptakan seri game orisinal yang berani dan inovatif.
Jakarta: Capcom tahun ini akhirnya punya judul game AAA terbaru, Pragmata. Melewati masa pengembangan yang panjang dan penuh dengan penundaan, game ini akhirnya hadir untuk memanjakan mata sekaligus menyentuh sisi emosional pemainnya.
 
Pragmata berhasil memadukan atmosfer kesendirian di luar angkasa dengan kehangatan hubungan antarmanusia, menciptakan pengalaman yang terasa seperti percampuran antara gaya permainan klasik Capcom dan kedalaman naratif modern.
 
Kisah dalam game ini bermula di masa depan yang tidak terlalu jauh. Satu korporasi raksasa bernama Delphi membangun sebuah stasiun penelitian luar angkasa yang megah di permukaan bulan yang disebut The Cradle. Fasilitas ini didirikan untuk meneliti potensi Lunafilament, sebuah material cetak 3D canggih yang mampu merekonstruksi objek apa pun berdasarkan data mentah, mulai dari peralatan sederhana hingga seluruh struktur bangunan. 

Pragmata, Main Game Bagus Itu Gak Harus Susah
 
Namun, ambisi besar manusia ini berujung pada malapetaka ketika kecerdasan buatan utama stasiun tersebut, IDUS, mengalami kegagalan fungsi dan berbalik menyerang para penghuninya, meninggalkan stasiun tersebut dalam keadaan hancur dan terisolasi.
 
Pemain berperan sebagai Hugh Williams, seorang insinyur atau penjelajah luar angkasa yang dikirim untuk menyelidiki hilangnya komunikasi dari pangkalan tersebut, hanya untuk menemukan bahwa dirinya adalah penyintas terakhir dari timnya setelah kecelakaan fatal saat pendaratan.
 
Perjalanan Hugh di Pragmata lebih soal bertahan hidup. Takdir mempertemukannya dengan seorang gadis kecil bernama Diana, yang ternyata merupakan entitas Pragmata, android hiper-maju yang diciptakan menggunakan Lunafilament. Meskipun secara teknis Diana adalah sebuah mesin, ia memiliki penampilan dan rasa ingin tahu seperti anak manusia berusia enam tahun, yang menciptakan dinamika menarik. 
 
Pragmata, Main Game Bagus Itu Gak Harus Susah
 
Hubungan mereka berkembang secara organik di sepanjang permainan. Hugh yang awalnya melihat Diana sebagai beban atau cuma alat untuk membobol sistem, perlahan-lahan mulai mengadopsi peran sebagai figur ayah pelindung bagi bocah android tersebut. Melalui dialog-dialog yang ditulis dengan cerdas, pemain dapat merasakan bagaimana Hugh mengajarkan makna menjadi manusia kepada Diana. Di saat yang sama, Diana membantu Hugh menghadapi trauma masa lalunya di tengah sunyinya lorong-lorong pangkalan bulan.
 
Mekanisme gameplay Pragmata punya model dual action. Pemain harus mengelola kemampuan Hugh dan Diana secara sinkron selama pertempuran. Sebagai Hugh, pemain bertanggung jawab atas pergerakan fisik, penggunaan jetpack untuk mobilitas, dan pengoperasian berbagai senjata api canggih. Sebaliknya, Diana yang biasanya bertengger di bahu Hugh bertindak sebagai unit peretasan real-time yang sangat krusial. 
 
Musuh-musuh robotik di stasiun ini memiliki lapisan pertahanan yang sangat kuat, sehingga tembakan langsung Hugh seringkali hanya memberikan kerusakan minimal atau scratch damage. Oleh karena itu, pemain harus memicu fase peretasan melalui Diana, yang ditampilkan sebagai teka-teki kisi atau hacking grid yang muncul di sisi layar saat pemain membidik musuh.
 
Pragmata, Main Game Bagus Itu Gak Harus Susah
 
Proses peretasan ini menuntut konsentrasi tinggi karena terjadi secara real-time di tengah kekacauan medan perang. Pemain harus mengarahkan kursor melalui kisi-kisi yang menyerupai permainan Snake, menavigasi melewati berbagai node untuk mencapai titik akhir berwarna hijau guna melumpuhkan pertahanan musuh. Selama fase ini, Hugh harus tetap waspada dan menghindar dari serangan fisik musuh, karena kerusakan yang diterima atau tabrakan dengan node merah akan membatalkan proses peretasan tersebut. 
 
Keberhasilan peretasan langsung membuka titik lemah musuh untuk ditembak, sekaligus memberikan bonus seperti peningkatan kerusakan atau penghentian waktu sementara yang memungkinkan Hugh melakukan serangan eksekusi sinematik yang mematikan. Hugh juga memiliki persenjataan yang unik karena sebagian besar senjata beratnya bersifat sekali pakai atau disposable, yang berarti pemain harus sering berganti senjata secara dinamis tergantung pada sumber daya yang tersedia di lingkungan pertempuran.
 
Pragmata, Main Game Bagus Itu Gak Harus Susah
 
Eksplorasi di Pragmata membawa pemain ke berbagai lingkungan yang menakjubkan sekaligus meresahkan, berkat kemampuan RE Engine yang telah ditingkatkan. Salah satu area yang paling berkesan adalah replika kota New York yang dibuat melalui teknologi cetak 3D di dalam pangkalan bulan, tampil dengan distorsi digital yang aneh, seperti mobil-mobil yang menyatu dengan lantai atau bangunan yang menjulang secara tidak logis ke angkasa.
 
Di sela-sela misi Pragmata yang cukup linier, kita bisa beristirahat di The Shelter, sebuah tempat perlindungan bawah tanah yang berfungsi sebagai pusat perkembangan karakter. Di dalam Shelter, pemain dapat berinteraksi lebih dekat dengan Diana, mendengarkan rekaman data yang ditemukan selama misi, dan menggunakan berbagai mata uang seperti Lunafilament atau Pure Lunum untuk meningkatkan atribut baju luar angkasa Hugh serta kemampuan peretasan Diana melalui fasilitas Unit Printer dan Firmware Updater.
 
Pragmata, Main Game Bagus Itu Gak Harus Susah
 
Soal visualnya, implementasi Path Tracing secara penuh memberikan pencahayaan dan pantulan yang sangat akurat pada permukaan logam serta kaca di dalam pangkalan bulan, menciptakan atmosfer yang sangat imersif. Dukungan teknologi seperti DLSS 4.5 dan Frame Generation memastikan performa tetap berjalan lancar pada frame rate tinggi. Grafis Pragmata memberikan kesan dunia permainan yang sangat luas, padahal sebenarnya kita sedang berada di dalam stasiun bulan.
 
Namun, Pragmata ini tidak sepenuhnya tanpa kekurangan. Variasi tipe musuh robotik terasa agak terbatas, yang dapat membuat pertempuran di paruh kedua permainan terasa sedikit repetitif bagi sebagian pemain.
 
Selain itu, kontrol Hugh terkadang terasa memiliki momentum yang sulit diprediksi, yang dapat menyebabkan frustrasi saat pemain harus melakukan navigasi platforming yang presisi di beberapa area simulasi. Struktur dunianya yang sangat linier juga mungkin akan mengecewakan pemain yang mengharapkan kebebasan eksplorasi lebih luas, karena sebagian besar jalur sudah ditentukan oleh misi yang sedang dijalani.
 
Pragmata, Main Game Bagus Itu Gak Harus Susah
 
Kesimpulan
Pragmata adalah bukti Capcom masih memiliki taji dalam menciptakan seri game orisinal yang berani dan inovatif. Game merupakan sebuah perjalanan emosional yang dikemas dengan mekanik permainan yang solid dan memuaskan. Kombinasi antara aksi yang memacu adrenalin dan momen-momen tenang yang menyentuh hati di pangkalan bulan yang sunyi membuat Pragmata layak menyandang predikat sebagai salah satu game fiksi ilmiah terbaik di tahun 2026.
 
Bagi siapa pun yang mencari pengalaman bermain gim tunggal yang fokus pada kualitas narasi dan keunikan gaya bermain, petualangan Hugh dan Diana di orbit lunar ini adalah sebuah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.
 
PLATFORM: PS5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch 2, PC
DEVELOPER: Capcom
PUBLISHER: Capcom
TANGGAL RILIS: 17 April 2026
GENRE: Action-Adventure
 
 
9.6
Pragmata
Plus
  • Gameplay dual action keren
  • Tingkat kesulitan proporsional
  • Pilihan upgrare skill dan senjata sinkron dengan progres
  • Puzzle simpel tapi bikin penasaran
  • Dunia imersif
  • Visual RE Engine makin keren
Minus
  • Variasi musuh terbatas
  • Kontrol Hugh masih ada kakunya

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA