Namun, hingga saat ini informasi tersebut masih sebatas rumor dan belum dikonfirmasi resmi oleh Sony.
Dikutip dari situs Notebookcheck.net, menurut laporan dari kreator konten asal Prancis yang mengaku menerima informasi dari sejumlah retailer, harga beberapa produk PlayStation disebut akan naik signifikan:
-PS5 Slim Disc Edition: dari EUR549,99 (Rp9,4 jutaan) menjadi EUR649,99 (Rp11,1 jutaan)
-PS5 Pro: dari EUR799,99 (Rp13,7 jutaan) menjadi EUR899,99 (Rp15,4 jutaan)
-PS Portal: dari EUR219,99 (±Rp3,7 jutaan) menjadi EUR249,99 (Rp4,3 jutaan)
Kenaikan ini diperkirakan berlaku di wilayah Eropa, meski belum jelas apakah akan berdampak ke pasar global seperti Amerika Serikat atau Asia.
Isu kenaikan harga ini dikaitkan dengan kelangkaan komponen memori (DRAM) yang tengah mempengaruhi industri teknologi, termasuk sektor konsol game.
Sebelumnya, CFO Sony, Lin Tao, menyatakan bahwa perusahaan telah mengantisipasi dampak krisis ini. Namun, jika rumor ini benar, kenaikan harga menunjukkan tekanan biaya produksi mulai dirasakan.
Sumber bocoran memang belum sepenuhnya terverifikasi, meski disebut memiliki rekam jejak cukup akurat di industri retail game. Bahkan beberapa pelaku pasar disebut telah mendengar informasi serupa.
Selain itu laporan ini juga bertentangan dengan pernyataan Sony sebelumnya yang menyebut dapat menutup tekanan biaya lewat penjualan game dan layanan berlangganan.
Jika benar terjadi, ini akan menjadi kelanjutan tren kenaikan harga konsol PlayStation. Pada April 2025. Dengan kondisi pasar saat ini, bukan tidak mungkin produsen akan mulai membebankan kenaikan biaya produksi ke konsumen.
Hingga kini, Sony belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor kenaikan harga PS5 dan PS5 Pro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News