PlayStation 3.
PlayStation 3.

Bukan Buat Main, PS3 Pernah Jadi Super Komputer Tentara Amerika

Cahyandaru Kuncorojati • 26 Maret 2026 11:11
Ringkasnya gini..
  • PlayStation 3 pernah dipakai militer AS jadi super komputer dengan jumlah 1.760 unit.
  • Sistem ini mampu 500 TFLOPS untuk radar, AI, dan analisis citra satelit.
  • Biayanya jauh lebih murah dan hemat energi dibanding super komputer biasa.
Jakarta: Konsol game seperti Sony PlayStation 3 umumnya identik dengan hiburan. Namun, fakta menarik mengungkap bahwa perangkat ini pernah dimanfaatkan oleh militer Amerika Serikat sebagai bagian dari super komputer berperforma tinggi.
 
Proyek tersebut dikenal sebagai “Condor Cluster”, sebuah sistem komputasi milik United States Air Force Research Laboratory yang dibangun menggunakan 1.760 unit PlayStation 3. Sistem ini bahkan sempat masuk jajaran sekitar 33 superkomputer tercepat di dunia pada masanya.
 
Dikutip dari laporan situs Phys.org, Cluster ini mampu menghasilkan performa hingga 500 triliun operasi floating point per detik (500 TFLOPS), menjadikannya sebagai sistem interaktif tercepat di lingkungan Departemen Pertahanan Amerika Serikat saat itu. Infrastruktur ini ditempatkan di Rome, New York, dan digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis.

Pemanfaatannya tidak main-main. Super komputer berbasis PS3 ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan radar, analisis citra satelit resolusi tinggi, pengenalan pola, hingga riset kecerdasan buatan. 
 
Bukan Buat Main, PS3 Pernah Jadi Super Komputer Tentara Amerika
 
Kemampuannya memproses miliaran piksel per menit memungkinkan analisis visual dilakukan jauh lebih cepat dibanding sistem konvensional.
 
Menariknya, penggunaan konsol game ini bukan tanpa alasan. PS3 memiliki kemampuan grafis yang kuat berkat arsitektur prosesor yang dirancang untuk komputasi paralel. Hal ini membuatnya efektif untuk tugas-tugas berat seperti pengolahan gambar dan simulasi kompleks.
 
Dari sisi biaya, pendekatan ini juga jauh lebih efisien. Saat proyek dimulai, satu unit PS3 dibanderol sekitar USD400, atau setara Rp6,2 jutaan (kurs ±Rp15.500). Sementara itu, sistem komputasi konvensional dengan performa serupa bisa mencapai 10.000 dolar AS per unit (sekitar Rp155 jutaan). 
 
Total biaya pengadaan PS3 untuk proyek ini hanya sekitar 2 juta dolar AS (sekitar Rp31 miliar), atau sekitar 5–10 persen dari biaya sistem tradisional.
 
Selain lebih murah, efisiensi energi juga menjadi keunggulan. Sistem ini hanya mengonsumsi sekitar 10 persen daya dibanding super komputer sekelasnya. Untuk mendukung operasional, Condor Cluster juga dilengkapi dengan 168 unit GPU tambahan serta 84 server untuk mengatur lalu lintas data.
 
Namun, tidak semua versi PS3 bisa digunakan. Sistem ini mengandalkan model lama yang masih mendukung instalasi Linux, fitur yang kemudian dihapus pada versi slim.
 
Kasus ini menunjukkan bagaimana perangkat game dapat melampaui fungsi utamanya. Di tangan yang tepat, teknologi konsumen seperti PlayStation 3 bahkan bisa dioptimalkan menjadi solusi komputasi canggih untuk kebutuhan militer dan riset.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA