Karakter protagonis Assassin's Creed Valhalla, Eivor, versi perempuan di video cinematoc trailer terbaru. (Ubisoft)
Karakter protagonis Assassin's Creed Valhalla, Eivor, versi perempuan di video cinematoc trailer terbaru. (Ubisoft)

Ubisoft Pamer Protagonis Perempuan untuk Asssassin's Creed Valhalla

Teknologi games ubisoft
Cahyandaru Kuncorojati • 11 Agustus 2020 14:03
Jakarta: Di tengah kemelut internal perusahaan di Ubisoft yang menyangkut pelanggaran etika oleh para petingginya mereka konsisten untuk tetap menjaga antusiasme gamer terhadap seri Assassin's Creed Valhalla yang akan dirilis mendatang.
 
Di akun YouTube Ubisoft mereka baru saja merilis video cinematic trailer terbaru dari game tersebut. Meskipun disebut baru tapi menurut Medcom.id tidak ada banyak perbedaan di sini dibandingkan cinematic trailer pertamanya di bulan Juni.
 
Perbedaan di sini adalah karakter protagonis utama yaitu Eivor tampil dalam versi perempuan. Ya, game ini masih menyediakan opsi memilih jenis kelamin karakter. Di cinematic trailer pertamanya Eivor diperlihatkan dalam karakter pria.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi gamer yang mendambakan karakter protagonis perempuan di Assassin's Creed Valhala di sini bisa melihat lebih dekat desain dan suara dari karakter. Sayangnya, tidak ada banyak perbedaan di aspek lain dalam video ini.
 

 
Video masih memperlihatkan kelompok Viking yang dipimpin Eivor menuju medan pertempuran dengan pasukan Kerajaan Inggris.Di tengah pertempuran Eivor melihat sosok misterius dan akhirnya memenangkan duel dengan prajurit bertubuh besar dengan senjata Hidden Blade.
 
Semua elemen latar belakang, gerakan, pakaian Eivor versi perempuan masih sama dengan versi pria di cinematic trailer perdana Assassin's Creed Valhalla. Perbedaan lain yang bisa ditemukan adalah musik pengiring yang oleh netizen di YouTube terdengan mengkombinasikan musik dari seri Assassin's Creed 2.
 
BACA: Daftar Fitur Baru yang Dibawa Assassin's Creed Valhalla
 
Apabila gamer mengingat beberapa seri Assassin's Creed yang mulai menyediakan karakter protagonis perempuan untuk dimainkan, di sini bisa terasa bahwa karakter perempuan terssebut tidak memilliki peran atau cerita yang mendalam.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif