Pihak Sega mengumumkan penarikan tersebut melalui pernyataan resmi di akun X pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam unggahan tersebut, penerbit game asal Jepang itu menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa kualitas Total War: Shogun 2 - Complete Edition belum memenuhi standar waralaba.
"Kami menyadari bahwa Total War: Shogun 2 – Complete Edition belum memenuhi ekspektasi Anda maupun standar kami sendiri. Kami telah melihat masukan, komentar, dan ulasan yang Anda berikan. Kami setuju bahwa pengalaman bermain saat ini belum berada di tingkat yang seharusnya," tulis Sega dan Creative Assembly dalam pernyataan resminya.
Kembalikan Versi Original ke Pasar Digital
Guna merespons gelombang kritik dari komunitas, Sega memutuskan untuk menghentikan sementara penjualan versi Complete Edition. Sebagai gantinya, pengembang mengembalikan Total War: Shogun 2 versi original ke platform penjualan digital.Pemain yang sudah terlanjur membeli versi Complete Edition tetap bisa mengakses dan memainkan game tersebut. Saat ini, Sega dan Creative Assembly tengah mengidentifikasi berbagai masalah teknis untuk menyiapkan perbaikan. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai jangka waktu perbaikan maupun daftar pembaruan yang akan dihadirkan.
Penarikan ini cukup mengejutkan mengingat kehadiran Total War: Shogun 2 - Complete Edition sempat menyulut antusiasme penggemar game strategi sejarah. Pengembang sebelumnya menjanjikan sejumlah peningkatan, seperti visual yang diperbarui, skema kontrol modern, hingga penambahan lebih dari 50 faksi kecil.
Dibanjiri Ulasan "Overwhelmingly Negative" di Steam
Keputusan penarikan ini dipicu oleh reaksi keras para pemain di platform Steam. Ulasan untuk game ini merosot tajam hingga meraih predikat Overwhelmingly Negative (Sangat Negatif).Para pemain mengeluhkan gameplay yang dinilai tidak mengalami peningkatan signifikan dari versi terdahulu. Selain itu, game ini dilaporkan masih membawa kecerdasan buatan (AI) musuh yang buruk serta berbagai bug yang mengganggu kenyamanan bermain.
Kritik pemain makin tajam menyusul dugaan penggunaan kecerdasan buatan generator dalam pembuatan aset gambar in-game. Beberapa visual yang diproses secara upscale memperlihatkan artefak visual yang tidak wajar. Hingga kini, pihak Sega maupun Creative Assembly belum memberikan konfirmasi terkait klaim penggunaan AI tersebut.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)