XNZ berhasil menciptakan sebuah mahakarya teknis yang diberi nama Ningtendo PXBOX 5. Bukan sekadar konsep, mesin ini benar-benar berfungsi dan menggabungkan tiga konsol generasi terbaru ke dalam satu rangka yang elegan.
Proyek ambisius ini memadukan komponen inti dari tiga konsol besar dunia, yaitu PlayStation 5, Xbox, dan Nintendo Switch 2. XNZ berhasil memadatkan ketiga motherboard konsol tersebut ke dalam satu perangkat yang ukurannya tidak jauh berbeda dari konsol konvensional.
Hasilnya, pengguna tidak lagi membutuhkan tiga kabel HDMI berbeda, tiga kabel daya, atau rak yang penuh sesak. Cukup satu kabel daya dan satu kabel HDMI untuk menikmati semua platform.
Salah satu fitur paling mengesankan dari Ningtendo PXBOX 5 adalah tombol segitiga besar di bagian atas mesin. Tombol ini berfungsi sebagai sakelar otomatis yang dikendalikan oleh chip Arduino. Hanya dengan satu tekanan, pengguna bisa berpindah antar sistem (misalnya dari PS5 ke Xbox) dalam waktu kurang dari 5 detik.
Sebagai penanda visual, terdapat lampu LED yang akan berubah warna sesuai konsol yang aktif, yaitu Biru untuk PlayStation, Hijau untuk Xbox, dan Merah untuk Nintendo.
Masalah terbesar dalam menyatukan tiga mesin panas ke dalam satu wadah adalah suhu. XNZ memecahkan masalah ini dengan merancang ulang konsep pendinginan ala Mac Pro klasik. Ia menciptakan heatsink aluminium berbentuk segitiga di bagian tengah, Setiap motherboard konsol ditempelkan pada satu sisi blok aluminium tersebut.

(Ningtendo PXBOX 5 Dok. YouTube XNZ)
Ia juga menambahkan kipas berukuran 12cm di bagian bawah akan meniupkan udara ke atas melalui sirip-sirip pendingin. Hasilnya cukup efektif, suhu permukaan mesin tetap terjaga di kisaran 60°C bahkan setelah 30 menit memainkan game berat di PS5.
Ningtendo PXBOX 5 tidak hanya canggih di dalam, tapi juga cantik di luar. Bagian panel luarnya menggunakan kombinasi teknologi 3D printing dan laser-cutting dengan material kayu walnut yang memberikan kesan premium.
Menariknya, sisi Nintendo tetap mempertahankan sifat portabelnya. XNZ merancang dok khusus dengan mekanisme pegas (spring-loaded) yang memungkinkan unit handheld Switch 2 muncul keluar sehingga bisa diambil untuk dimainkan secara portabel, atau dimasukkan kembali saat ingin bermain di layar TV.
Untuk urusan daya, sistem ini ditenagai oleh unit Gallium Nitride (GaN) sebesar 250 Watt. Mengingat PS5 dan Xbox Series S rata-rata membutuhkan sekitar 225 Watt saat beban puncak, satu unit daya ini sudah cukup selama hanya satu konsol yang dihidupkan secara aktif pada satu waktu.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News