Gamer 91 tahun tamatkan Resident Evil Requiem tanpa guide, gunakan catatan manual dan jadi viral di komunitas game global.
Gamer 91 tahun tamatkan Resident Evil Requiem tanpa guide, gunakan catatan manual dan jadi viral di komunitas game global.

Gamer 91 Tahun Tamatkan Resident Evil Tanpa Panduan, Luar Biasa!

Cahyandaru Kuncorojati • 26 Maret 2026 10:47
Ringkasnya gini..
  • Gamer 91 tahun tamatkan Resident Evil Requiem tanpa guide, pakai catatan manual seperti era game klasik.
  • Gamer 91 tahun tamatkan Resident Evil Requiem tanpa guide, pakai catatan manual seperti era game klasik.
  • Yang sebelumnya juga telah diakui sebagai streamer game pria tertua oleh Guinness World Records pada usia 88 tahun.
Jakarta: Cerita unik datang dari komunitas game global. Seorang gamer berusia 91 tahun asal Tiongkok, Yang Binglin, menjadi perbincangan setelah berhasil menamatkan Resident Evil Requiem tanpa menggunakan walkthrough atau panduan online.
 
Di tengah era di mana pemain modern kerap mengandalkan YouTube, Reddit, atau forum untuk menyelesaikan game, pendekatan Yang justru sebaliknya. Ia memilih metode klasik, mengandalkan catatan tangan untuk memahami setiap aspek permainan.
 
Selama bermain, Yang mencatat secara rinci berbagai elemen penting, mulai dari jalur peta, solusi puzzle, hingga pola pergerakan musuh. Bahkan, beberapa bagian map digambar ulang secara manual di buku catatannya. Pendekatan ini membuatnya mampu menyelesaikan game secara mandiri, tanpa bantuan eksternal.

Metode tersebut bukan tanpa dasar. Yang merupakan mantan engineer di industri minyak dan gas sebelum pensiun pada 1996. Latar belakang ini membentuk cara berpikirnya yang sistematis dan analitis, yang kemudian terbawa ke gaya bermain game, terutama dalam menghadapi puzzle kompleks khas seri Resident Evil.
 
Di platform Bilibili, tempat ia aktif sebagai streamer, gaya bermainnya yang sabar dan terstruktur justru menjadi daya tarik tersendiri. Ia tidak mengejar kecepatan atau sensasi, melainkan fokus pada proses memahami game secara menyeluruh.
 
Pencapaiannya menjadi semakin menonjol mengingat Resident Evil Requiem dikenal sebagai salah satu game survival horror yang menuntut kombinasi refleks cepat, manajemen resource, serta kemampuan memecahkan puzzle berlapis. Banyak pemain bahkan mengandalkan panduan untuk bisa menyelesaikannya.
 
Reaksi komunitas pun beragam, namun didominasi apresiasi. Sebagian pemain menyebut pencapaian ini sebagai bentuk “gaming sesungguhnya”, mengingatkan kembali pada era ketika pemain harus mengandalkan eksplorasi dan ingatan, bukan bantuan instan dari internet.
 
Yang sebelumnya juga telah diakui sebagai streamer game pria tertua oleh Guinness World Records pada usia 88 tahun. Kini, keberhasilannya menamatkan Resident Evil Requiem tanpa bantuan memperkuat posisinya sebagai simbol bahwa game tidak mengenal batas usia.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA